Berita Belitung Timur

Cuaca Ekstrem Akhir-akhir Ini di Belitung Timur, BPBD Beltim Imbau Nelayan Tunda Melaut

Cuaca ekstrem akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Belitung Timur perlu diantasipasi semua pihak.

Tayang:
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi cuaca. BPBD Belitung Timur mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem akhir-akhir ini. 

POSBELITUNG.CO - Cuaca ekstrem akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu diantasipasi semua pihak, terutama masyarakat yang menjalankan aktivitas di laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca saat ini di Manggar dan sekitarnya yang selalu gloomy dan kadang berangin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang-tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Belitung Timur, Yusmawandi menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca buruk tersebut. 

Salah satu langkah utama yang diambil adalah mengimbau para nelayan dan warga pesisir untuk tidak melaut sementara waktu jika cuaca tidak memungkinkan.

“Kami telah menyebarkan informasi melalui berbagai media dan perangkat desa agar para nelayan menunda aktivitas melaut.

Angin kencang yang sering tiba-tiba muncul sangat berbahaya bagi mereka yang berada di laut,” ujarnya, Jumat (13/12/2024).

Baca juga: Perbedaan Gaji PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu, Pengangkatan di Belitung Bersamaan

Selain itu, BPBD Belitung Timur juga meminta masyarakat yang memiliki pohon-pohon tua dan berukuran besar di sekitar rumah mereka agar segera memangkas atau menebangnya. 

Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko pohon tumbang yang dapat mengakibatkan kerusakan rumah atau bahkan menimbulkan korban jiwa.

BPBD Belitung Timur juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memantau situasi di wilayah rawan bencana.

Seperti pesisir pantai, daerah perbukitan, dan kawasan padat penduduk yang rentan banjir.

“Kami berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan.

Jika ada tanda-tanda bahaya seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang, segera melapor ke BPBD atau perangkat desa setempat agar tindakan cepat bisa diambil,” tambah Yusmawandi.

BPBD juga meminta masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi cuaca yang disampaikan oleh pihak berwenang.

"Kami mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved