Berita Bangka Belitung
Kisah Nelayan Hilang 21 Hari Asal Bangka Terdampar di Iran, Pasrah Terapung di Samudera Hindia
Kisah nelayan hilang 21 hari ini bermula saat Rival Sudia terpeleset dan kemudian terjatuh ke laut sekitar 3 pekan lalu.
Penulis: Deddy Marjaya | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO - Kisah nelayan hilang 21 hari asal Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga akhirnya terdampar di negara Iran sempat merasakan kondisi mencekam di tengah ombak besar Samudera Hindia.
Rival Sudia, nelayan asal Bangka yang terjatuh dari kapal ikan tempatnya bekerja sempat pasrah akan keselamatannya.
Ia diketahui sempat terapung-apung di tengah gelombang besar Samudera Hindia.
Kisah nelayan hilang 21 hari ini bermula saat Rival Sudia terpeleset dan kemudian terjatuh ke laut sekitar 3 pekan lalu.
Ketika itu, Rival Sudia sedang bekerja di kapal nelayan berbendera Vietnam.
Saat melaut itu ombak besar sedang terjadi di Samudera Hindia.
Rival Sudia yang sedang bekerja terpeleset.
Tubuhnya kemudian tercebur ke lautan tanpa diketahui rekan ABK kapal lainnya.
Ditemui saat tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang Minggu (15/12/2024), Rival Sudia mengisahkan kejadian yang menimpa dirinya saat terjatuh dari kapal ikan tempatnya bekerja.
"Terpeleset saat kerja di atas kapal dihantam ombak jatuh di laut," kata Rival Sudia, Minggu (15/12/2024).
Baca juga: Kepulangan Nelayan Bangka Rival Sudia yang Diselamatkan Nelayan Iran Disambut Isak Tangis Keluarga
Beruntung saat itu dirinya menggunakan life Jacket.
Ia pun masih bisa mengapung di lautan.
Namun dalam kondisi itu, dia hanya pasrah lantaran berada di tengah Samudera Hindia.
Beruntung, melintas kapal Ikan asal negara Iran dan melihat dirinya sedang terapung apung di lautan.
Ia kemudian diselamatkan dan dievakuasi ke Iran, tempat asal kapal yang menyelamatkannya.
Kisah nelayan hilang
nelayan asal Bangka
Rival Sudia
Samudera Hindia
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Posbelitung.co
| Momen Terakhir Sebelum Eks Wali Kota Pangkalpinang Rosman Djohan Berpulang |
|
|---|
| Anjloknya Harga TBS Sawit Bangkitkan Trauma Petani di Bangka Belitung |
|
|---|
| Harga TBS Sawit Terjun Bebas di Beltim, Turun Rp600, Terimbas Wacana Ekspor Satu Pintu Presiden |
|
|---|
| Hasil Jualan Ratusan Balok Timah Rampokan dari Smelter di Sungailiat Rp 1,063 Miliar |
|
|---|
| Tiga Oknum Polisi Terlibat Kawal Ratusan Balok Timah Rampokan dari Gudang Smelter di Sungailiat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241215-Kisah-Nelayan-Hilang-21-Hari-Asal-Bangka.jpg)