Berita Bangka Belitung

Menghadapi Cuaca Ekstrem di Bangka Belitung, Maryam Dorong Anggaran Khusus Bantuan Nelayan

Menghadapi cuaca ekstrem di Bangka Belitung, anggota DPRD Bangka Belitung, Maryam mendorong adanya

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Sepri Sumartono
Ilustrasi perahu kater nelayan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menghadapi cuaca ekstrem di Bangka Belitung, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam mendorong adanya anggaran khusus bagi para nelayan. 

POSBELITUNG.CO - Menghadapi cuaca ekstrem di Bangka Belitung, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam mendorong adanya anggaran khusus bagi para nelayan.

Ia mendukung langkah Pemprov Bangka Belitung dalam upaya membantu nelayan dalam menghadapi keadaan sulit akibat cuaca ekstrem.

"Saya mensupport pemprov untuk melakukan kerja nyata.

Diharapkan ada dana yang dipersiapkan untuk mengatasi dan menghadapi keadaan sulit bagi para nelayan di Babel.

Jangan sampai menunggu banyak korban baru kita berbuat," jelas Maryam, Senin (23/12/2024).

Baca juga: DPRD Belitung Beri Deadline Reaktivasi BPJS PBI, Vina Cristyn: Jangan Korbankan Masyarakat

Menurut Maryam, melalui anggaran khusus diharapkan ada bantuan bagi para nelayan yang tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem di Bangka Belitung.

Bantuan bisa berupa pangan ataupun lain-lainnya.

"Masyarakat pesisir yang kehidupannya sangat bergantung pada seisi laut tentu saat ini sedang membutuhkan perhatian dari  banyak pihak terutama Pemerintah Bangka Belitung.

Kalau kondisi cuaca seperti ini, tentunya para nelayan juga tidak bisa pergi ke laut atau mencari nafkah," jelasnya. 

Baca juga: Kalender 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah, Berapa Hari Menuju Tahun Baru 2025?

Pihaknya mengimbau para nelayan untuk berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat ke laut. 

"Keadaan laut sedang tidak baik-baik saja, cuaca tidak bersahabat, tiupan angin dan gelombang laut mulai membuat khawatir para nelayan. 

Malah sudah ada yang memakan korban, oleh karena itu untuk sementara waktu aktivitas melaut dapat dikurangi," jelas Maryam.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved