Timah

PT Timah Tbk Gelar RUPSLB, Isu Pergantian Direksi dan Komisaris Menguat di Tengah Kinerja Cemerlang

Agenda utama dalam RUPSLB ini mencakup perubahan susunan manajemen perusahaan, termasuk isu kuat terkait pergantian jajaran direksi dan komisaris.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Dok. PT Timah Tbk
Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA — PT Timah Tbk (IDX: TINS) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Mei 2025 mendatang di Ballroom Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, mulai pukul 09.30 WIB. Agenda utama dalam RUPSLB ini mencakup perubahan susunan manajemen perusahaan, termasuk isu kuat terkait pergantian jajaran direksi dan komisaris.

Informasi ini terungkap melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

RUPSLB ini digelar sebagai bagian dari pemenuhan Perintah Tindakan Tertentu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana tertuang dalam Surat OJK No. S-2/PM.21/2025 tertanggal 21 Januari 2025.

RUPSLB PT Timah kali ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto, meski Erick Thohir masih memegang kepercayaan sebagai Menteri BUMN.

Nama Maroef Sjamsoeddin yang menjadi pengganti Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama Holding BUMN Pertambangan, MIND ID, yang membawahi PT Timah Tbk, disebut memberi pengaruh besar.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kini dipimpin gubernur baru juga dikabarkan telah mengajukan nama untuk menduduki kursi komisaris.

Kinerja Keuangan Positif Jadi Landasan Perubahan

RUPSLB ini digelar di tengah pencapaian luar biasa PT Timah sepanjang 2024. Setelah mencatat kerugian bersih sebesar Rp449,67 miliar pada tahun 2023, PT Timah berhasil membalikkan keadaan dengan meraih laba bersih sebesar Rp1,19 triliun di tahun 2024—melonjak hingga 364 persen secara tahunan (YoY).

Lonjakan ini ditopang oleh kenaikan harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) menjadi US$30.177,45 per ton atau naik 16,3 persen YoY.

Pendapatan perusahaan juga melesat menjadi Rp10,86 triliun, naik 29,37 persen dari Rp8,39 triliun di tahun sebelumnya. EBITDA perusahaan naik tajam 396 persen menjadi Rp2,71 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, menjelaskan bahwa efisiensi operasional, selektivitas investasi, hingga buyback Medium Term Notes (MTN) menjadi kunci keberhasilan perusahaan menekan beban dan meningkatkan arus kas.

Awal 2025: Laba Naik 120 persen di Kuartal I

Capaian positif berlanjut pada kuartal I 2025. PT Timah membukukan laba bersih sebesar Rp116,86 miliar, atau 120 persen di atas target.

Permintaan timah global tetap tinggi, terutama untuk kebutuhan industri elektronik dan mobil listrik, sementara pasokan global masih terganggu di Indonesia, Myanmar, dan Kongo.

Harga rata-rata timah di LME tercatat sebesar USD31.804,37 per metrik ton, naik 21,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved