Viral Nasional

Dilarang Study Tour, Dedi Mulyadi Didemo dan Tegaskan Beda dengan Piknik

Dilarang Study Tour, Gubernur Dedi Mulyadi Didemo Ribuan Pekerja Pariwisata: “Saya Tidak Melarang Piknik, Tapi Jangan Dibungkus Pendidikan”

Penulis: Ilham Pratama | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Dilarang Study Tour, Gubernur Dedi Mulyadi Didemo Ribuan Pekerja Pariwisata: “Saya Tidak Melarang Piknik, Tapi Jangan Dibungkus Pendidikan”

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik usai kebijakannya melarang sekolah menyelenggarakan kegiatan study tour.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 45/PK.03.03/KESRA yang diterbitkan pada Mei 2025, yang mengatur 9 langkah pembangunan pendidikan menuju terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Salah satu poin dalam SE tersebut melarang kegiatan study tour yang dianggap hanya sebagai kedok piknik dan membebani wali murid serta berisiko terhadap keselamatan siswa.

Larangan ini pun menuai protes keras, terutama dari para pelaku usaha di sektor pariwisata.

Pada Senin, 21 Juli 2025 lalu, ribuan pekerja dari sektor pariwisata, termasuk pengemudi, kernet, dan pengelola bus wisata, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Sate, Kota Bandung.

Mereka membawa ratusan armada bus sebagai bentuk penolakan terhadap larangan study tour dan mendesak Gubernur mencabut kebijakan tersebut.

Menurut mereka, larangan itu telah memangkas sumber penghasilan utama mereka yang selama ini bergantung pada musim study tour pelajar.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, menjelaskan bahwa dirinya tidak melarang kegiatan wisata atau rekreasi, namun menolak jika kegiatan tersebut dikemas atas nama pendidikan.

Ia menegaskan bahwa study tour seharusnya memiliki nilai edukatif dan berbasis penelitian, bukan sekadar kunjungan ke tempat wisata.

“Study tour itu bukan piknik,” kata Dedi saat diwawancara usai menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXII di Sumedang, Senin (28/7/2025).

Ia menjabarkan bahwa kegiatan study tour seharusnya dilakukan untuk meneliti lingkungan seperti gunung berapi, sistem pertanian, hingga pengelolaan sampah dan air.

“Kalau hanya ke tempat wisata, itu bukan study tour. Itu pembodohan publik,” tegasnya.

Ia menilai protes besar-besaran dari pelaku pariwisata justru menjadi bukti bahwa praktik study tour selama ini telah menyimpang dari esensinya.

Lebih lanjut, Dedi juga menyatakan siap mencopot kepala sekolah yang masih membandel menyelenggarakan study tour berkedok piknik ke luar kota.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved