Satgas Timah
Prof Dwi Haryadi - Momentum Penataan Tata Kelola Timah
Kehadiran Satgas Timah tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan untuk memperbaiki tata kelola pertambangan timah
Satgas diharapkan tidak hanya menjadi alat penertiban, tetapi juga berperan edukatif dan membina.
Kehadirannya seharusnya mampu merangkul masyarakat penambang, bukan justru membuat mereka semakin terpinggirkan.
Terlebih, banyak warga Bangka Belitung yang menggantungkan hidupnya dari menambang timah.
Baca juga: Ketua DPRD Babel Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Satgas Timah: Jangan Termakan Hoaks
Membangun Kemitraan
Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kemitraan antara PT Timah dan masyarakat penambang.
Dengan kemitraan yang baik, penambangan bisa dilakukan secara teknis yang benar, keselamatan kerja lebih terjamin, lingkungan dipulihkan, perusahaan tetap mendapat keuntungan, negara memperoleh pemasukan, dan masyarakat penambang dapat sejahtera.
Harapannya, Satgas mampu mendorong terwujudnya prinsip-prinsip tata kelola yang adil:
asas manfaat, keadilan, dan keseimbangan,
asas keberpihakan kepada kepentingan bangsa,
asas partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas,
serta asas berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dengan begitu, timah benar-benar bisa menjadi sumber daya alam yang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. (*)
| Kolektor Timah Ilegal Jadi Target Operasi Satgas, Bocor 100 Ton Timah per Minggu di Bangka Belitung |
|
|---|
| Satgas Timah Bidik Kolektor Ilegal, Dua Tahun PT Timah Tak Penuhi Target Akibat Kebocoran |
|
|---|
| Gubernur Babel Sebut Satgas Timah Harus Bawa Kepastian, Bukan Keresahan |
|
|---|
| Gubernur Hidayat Arsani Minta Penambang Tak Resah pada Satgas Timah, 'Jika Ditangkap Lapor Saya' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Dwi-Haryadi-2025.jpg)