Opini

BAWASLU BEKEMAS Dari Kapasitas Ke Kualitas

Menurut penulis visi merupakan tujuan besar sekaligus marwah yang harus dijaga dan diusahakan terus menerus oleh semua insan Bawaslu.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
ist
Prof Dwi Haryadi 

Oleh : Dwi Haryadi
Guru Besar FH Universitas Bangka Belitung

Menjaga Marwah
Badan Pengawas Pemilu memiliki visi menjadi lembaga pengawas pemilu yang terpercaya. Menurut penulis visi merupakan tujuan besar sekaligus marwah yang harus dijaga dan diusahakan terus menerus oleh semua insan Bawaslu.

Pemilu atau pesta demokrasi yang selalu kita gaungkan untuk berintegritas dan bermartabat misalnya, tentu harus diawali dan membutuhkan peran penting Bawaslu yang juga berintegritas dan bermartabat terlebih dahulu. Integritas paling tidak mengandung tiga nilai.

Pertama, nilau utama berupa berani jujur, perilaku disiplin, dan bertanggungjawab. Kedua, nilai sikap yang meliputi keberanian, punya kepedulian dan dapat bersikap adil.

Dan nilai yang ketiga, yaitu nilai etos kerja yang akan menjadi daya dorong tugas-tugas Bawaslu pada tahap percepatan, meliputi nilai berusaha mandiri, pekerja keras dan bersikap sederhana.

Kemudian bermartabat hakikatnya adalah nilai diri, harga diri, menghormati, dihormati, menghargai, dihargai, dan adanya kepatuhan etis.

Bawaslu yang bermartabat salahsatu indikatornya adalah ada kepatuhan etis, yakni menjalankan kode etiknya.  

Kerja-Kerja Bawaslu , Jadi Role Model
Paling tidak ada enam tugas atau kerja-kerja Bawaslu. Pertama, Pencegahan dan Penindakan Pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu.

Kedua, Pengawasan persiapan dan penyelenggaraan pemilu. Ketiga, Pencegahan praktik politik uang. Keempat, Pengawasan netralitas ASN, TNI/POLRI.

Kelima, Menyampaikan Dugaan pelanggaran kode etik, dan keenam, Menyampaikan Dugaan tindak pidana pemilu.

Ini kerja-kerja yang tidak mudah, namun harus dijalankan dengan nilai-nilai integritas dan secara etis sebagaimana dijabarkan sebelumnya.

Dalam penindakan pelanggaran misalnya, tentu dibutuhkan sikap berani, adil, jujur dan perilaku etis lainnya.

Begitu juga terkait fungsi pengawasan netralitas ASN, maka tentu harus dimulai dari semua insan Bawaslu dulu yang harus menjadi model netralitas itu sendiri. 

Dari Kapasitas Ke Kualitas
Mewujudkan insan Bawaslu yang berintegritas dan bermartabat dan endingnya menjadi lembaga yang terpercaya tentu bukan bimsalabim, namun butuh proses, butuh waktu, butuh banyak dorongan, butuh partisipasi, butuh kebijakan, butuh komitmen, butuh anggaran dan semua instrument yang mendukung terwujudkan visi besar tersebut.

Dalam upaya penguatan kapasitas, berikut beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, rekrutmen berbasis kompetensi disemua level, dari komisioner sampai ke bawah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved