Vales Kaget Diminta Jemput ke Terminal Manggar oleh Keluarganya yang Ikut Mudik Gratis 2026
Kehadiran program Mudik Gratis 2026 ini dinilai Vales sebagai sebuah terobosan yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Ardhina Trisila Sakti
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Vales (27) masih setia berdiri di selasar Terminal Manggar, Belitung Timur, Selasa (17/3/2026) pukul 22.30 WIB.
Di dekatnya, terparkir sebuah mobil pick up yang sengaja ia bawa untuk menjemput kepulangan orang-orang tercinta.
Dia menjadi satu di antara sekian banyak penjemput yang bertahan di tengah dinginnya angin malam.
Vales datang untuk memboyong tiga anggota keluarganya sekaligus, yaitu Bapak, Ibu, dan sang adik yang baru saja menempuh perjalanan jauh dari perantauan.
Ada cerita unik di balik kehadiran Vales di terminal malam itu. Berbeda dengan pemudik lain yang sudah merencanakan penjemputan sejak jauh hari, Vales mengaku sempat terkejut karena kabar yang mendadak.
Sebab, bapak dan ibunya tidak memberikan kabar apapun mengenai kepulangan. Secara tiba-tiba, ia mendapatkan pesan singkat yang mengabarkan bahwa rombongan keluarga sudah berada dalam perjalanan menuju Manggar dan meminta untuk dijemput di terminal.
"Terkejutlah, tiba-tiba langsung minta jemput. Enggak ada beri kabar juga kan sebelumnya, tiba-tiba suruh jemput ke sini," ujar Vales.
Ketidaktahuan Vales di awal membuatnya tak sempat menyiapkan sambutan khusus di rumah. Ia mengaku semuanya mengalir begitu saja.
Begitu mendapat instruksi untuk menjemput, pria asal Manggar ini langsung bergegas memacu mobil pickup-nya menuju terminal dan sudah bersiaga sejak pukul 20.00 WIB lewat.
Penantian selama hampir dua jam setengah Vales lalui dengan perasaan campur aduk. Selama menunggu di terminal yang mesin bu, Vales tak henti-hentinya memantau pergerakan bapak, ibu, dan adiknya.
Vales terus menjalin komunikasi intens untuk menanyakan posisi terkini rombongan mudik gratis tersebut.
Kontak-kontakan itu sudah ia lakukan sejak keluarganya baru saja menginjakkan kaki di dermaga setelah turun dari kapal perang yang membawa mereka.
"Terus kontak-kontakan, nanya posisi sudah di mana, jaraknya di mana kan. Sudah dekat apa masih jauh, teruslah mengontak ya dari mulai turun dari kapal tadi," ucapnya.
Vales bercerita bahwa biasa keluarganya pulang ke Belitung satu atau dua tahun sekali. Namun, rutinitas kepulangan kali ini terasa berbeda.
Jika biasanya mereka pulang menggunakan jasa travel yang mengantar langsung hingga ke rumah, kali ini Vales sendiri yang turun tangan menjemput dengan pickup-nya.
| Terjatuh dari Buritan Kapal, Seorang Pemancing Belitung Timur Hilang di Selat Karimata |
|
|---|
| Kronologi Heru Pemancing Asal Belitung Timur Hilang di Selat Karimata |
|
|---|
| Kendala Sinyal di Tengah Laut, Kru Kapal Feliana Terpaksa Pulang agar Bisa Hubungi Basarnas |
|
|---|
| Bukan ABK, Korban Hilang di Selat Karimata Ternyata Bagian dari Pemancing |
|
|---|
| Pencarian ABK Asal Dendang di Laut Lepas, Tim Gabungan Boyong 12 Personel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260318-KEJUTAN-MANIS.jpg)