Berita Bangka Belitung
Sulit Hindari Efek Berantai Kenaikan Harga Oli Mobil
Ongkos produksi atau beban operasional usaha otomatis turut naik imbas kenaikan harga pelumas kendaraan.
“Kalau biaya melaut meningkat, harga ikan di tingkat konsumen juga berpotensi naik,” katanya.
Lebih jauh, Jauhari mengingatkan bahwa kenaikan harga yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan akan menggerus nilai riil uang masyarakat.
Kondisi ini berisiko menurunkan daya beli dan mendorong masyarakat menekan konsumsi, terutama untuk kebutuhan non-prioritas.
“Masyarakat cenderung menahan belanja. Permintaan turun, dan pelaku usaha juga ikut terdampak,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan memprioritaskan kebutuhan utama seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan transportasi kerja.
Selain itu, masyarakat disarankan menyusun anggaran sederhana, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menyiapkan dana darurat.
“Kalau memungkinkan, sisihkan sekitar lima persen pendapatan untuk dana darurat. Ini penting sebagai bantalan menghadapi situasi tidak terduga,” katanya.
Jauhari juga mengingatkan agar masyarakat menghindari perilaku konsumtif serta aktivitas berisiko seperti pinjaman online ilegal dan judi daring.
“Situasi ekonomi yang tidak pasti harus dihadapi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat bisa bertahan,” tegasnya. (x1)
| Pemilik Toko Kaget Harga Oli Mobil di Pangkalpinang Melonjak |
|
|---|
| Selangkah Lagi Aisyah Saputri Anak Buruh Tani Bangka Selatan Kibarkan Merah Putih di Istana |
|
|---|
| 5 Debt Collector Ditangkap Polda Babel Setelah Tarik 247 Mobil Debitur |
|
|---|
| Perajin Kapal Kayu di Bangka Kota Cari Alternatif Untuk Bertahan |
|
|---|
| Madu Pelawan Paling Diminati, Pangkalpinang Pusat UMKM Madu di Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Jauhari-dosen-Pertiba.jpg)