Amsal Sitepu Divonis Bebas, DPR Minta Jaksa yang Sebut Jasa Edit Video Gratis Dicopot

Jaksa Agung diminta segera mencopot JPU Wira Arizona beserta jajaran pimpinan Kejaksaan Negeri Karo.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
Kolase Instagram/KOLASE Instagram/@cabjari_tigabinanga dan Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
DISOROT - Simak profil Danke Rajagukguk SH, MSi, Kajari Karo yang diperiksa terkait kasus Amsal Sitepu. Cek harta & sosok suami Danke Rajagukguk. 

“Jadi seperti itulah singkatnya cerita pembuatan video profil ini yang saya hari ini hanya mencari keadilan,” sambungnya dengan suara tercekat.

Selain itu, Amsal juga mengaku mengalami intimidasi selama proses hukum berlangsung.

“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini, saya pernah mendapatkan intimidasi oleh jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat,” ujarnya.

Ia menyebut mendapat pesan agar tidak membuat kegaduhan terkait kasusnya.

“Dia ngomong langsung dengan saya di rutan ini, ‘Udah ikutin aja alurnya, nggak usah ribut-ribut tutup konten-konten itu, ada yang terganggu,’” kata Amsal.

Namun, ia menegaskan tetap melawan karena merasa tidak bersalah.

“Nggak ada lagi anak-anak muda yang harus dikriminalisasi di Indonesia. Biarkan saya menjadi yang terakhir,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Wira Arizona terkait isu viral yang menyeret namanya tersebut.

Awal Mula Kasus Amsal Sitepu

Kasus dugaan korupsi yang menjerat videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, menjadi sorotan publik.

Perkara ini bermula dari proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo yang kemudian berujung pada proses hukum.

Amsal yang menjabat sebagai Direktur CV Promiseland kini dituntut dua tahun penjara.

Kasus ini bermula pada periode anggaran 2020 hingga 2022, ketika Amsal menawarkan jasa pembuatan video profil kepada sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Karo.

Melalui perusahaannya, CV Promiseland, ia mengajukan proposal ke 20 desa di empat kecamatan, yakni Tiganderket, Tigabinanga, Tigapanah, dan Namanteran.

Dalam proposal tersebut, biaya pembuatan video dipatok sekitar Rp 30 juta per desa.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved