Kritik Acha Septriasa soal Program Makan Gratis Bergizi Picu Perdebatan di Media Sosial

Aktris Acha Septriasa mengkritik Program Makan Bergizi Gratis pemerintah terkait transparansi dan ketepatan sasaran. Pernyataannya memicu perdebatan

Tayang:
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Dok istimewa
Acha Septriasa menjadi sorotan setelah melontarkan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Unggahannya di media sosial memicu pro dan kontra warganet, dari yang mendukung kritik hingga yang menilai program tersebut sangat membantu masyarakat. 
Ringkasan Berita:Acha Septriasa menjadi sorotan setelah melontarkan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Unggahannya di media sosial memicu pro dan kontra warganet, dari yang mendukung kritik hingga yang menilai program tersebut sangat membantu masyarakat.
 
 

 

POSBELITUNG.CO--Aktris Indonesia Acha Septriasa menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (15/3/2026) dan langsung memicu perdebatan luas di media sosial.

Dalam unggahannya, Acha menyoroti sejumlah aspek dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari ketepatan sasaran penerima hingga kualitas nutrisi makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana publik yang digunakan untuk menjalankan program berskala nasional tersebut.

Menurut Acha, program sosial yang menggunakan anggaran negara seharusnya dikelola secara transparan serta tepat sasaran agar benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui pantauan pada akun Instagram pribadinya pada Minggu (15/3/2026), Acha Septriasa mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait eksekusi program sosial berskala besar ini.

Fokus utamanya tertuju pada mekanisme pengelolaan serta dampak nyata yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Dalam unggahan tersebut, Acha menggarisbawahi beberapa poin krusial yang menurutnya wajib menjadi perhatian serius pemerintah:

Menurutnya, setiap program yang menggunakan dana publik wajib dikelola dengan transparansi tinggi dan ketepatan sasaran.

Hal ini bertujuan agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat luas secara jangka panjang.

“Denger berita MBG.. pusing ga si loe.. apa tujuan ‘mereka’ cuma pengen bikin kita capek dan tertawakan ke naif-an mereka mengelola pajak rakyat? kalau itu tujuannya kita respons dong gyus! masa diem aja... ini negara kita pajak kita,” tulis Acha dalam unggahan tersebut.

“Gw udah kaya @rockygerung. Nih”.

Jadi Arena Perdebatan

Sontak, pernyataan tersebut memantik beragam reaksi dari warganet.

Di satu sisi, banyak netizen yang memberikan apresiasi atas keberanian Acha dalam menyuarakan kritik terhadap isu publik yang krusial.

Sebagai figur publik, sikap kritis Acha dianggap mampu menjadi katalisator bagi diskusi yang lebih luas dan sehat mengenai transparansi serta efektivitas kebijakan pemerintah di mata masyarakat.

Namun, di sisi lain, muncul pula segelintir pandangan berbeda.

Sebagian netizen berpendapat bahwa penyampaian opini terkait kebijakan sensitif seperti ini semestinya dilakukan dengan kehati-hatian ekstra agar tidak memicu kesalahpahaman.

Perdebatan di media sosial pun terus bergulir dan semakin hangat. Banyak pihak berharap bahwa masukan dari sosok figur publik seperti Acha Septriasa dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi pemerintah.

Harapannya, program sosial tersebut dapat disempurnakan sehingga pelaksanaannya jauh lebih efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme warganet dalam menanggapi isu ini terlihat sangat tinggi. Berdasarkan pantauan terkini, sudah ada ribuan komentar yang membanjiri kolom unggahan tersebut.

Ragam opini pun muncul, salah satunya dari akun Instagram @azzuranaura1206 yang memberikan sudut pandang berbeda.

“Kak untuk kamu yg berkecukupan mungkin MBG ga berguna, tpi aku hidup di desa dan anakku dapet MBG yg layak, coba kamu datang ke desa2 banyak anak yg kebantu bnget dengan ada’a MBG, bahkan posyandu untuk ibu hamil dan anak,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan agar program tersebut tidak dinilai hanya dari satu sisi.

“kamu kan artis harus’a kmu jngan menilai dari sebelah mata aja,” lanjutnya.

Komentar serupa datang dari akun @factual.id yang menilai banyak orang tidak mengetahui manfaat program tersebut secara langsung.

“Orang yg suka mengejek MBG pasti gatau bagaimana manfaatnya punya 40 dapur MBG buat peningkatan ekonomi keluarga sendiri,” tulis akun tersebut.

Sebagian warganet juga mengakui bahwa program MBG masih memiliki kekurangan, namun mereka menilai manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.

Akun @srisartika86 mengatakan program tersebut setidaknya membantu meringankan pengeluaran keluarga.

“Buat saya yang sebagai IRT yg anaknya dapet MBG seenggaknya meringankan karna mengurangi uang jajan,” tulisnya.

Ia juga menyarankan agar pengelolaan dapur MBG dilakukan secara transparan.

“Bisa nggak ya tiap dapur mbg bikin laporan pertanggungjawaban gitu semacam audit,” tambahnya.

Warganet lain, @handy_nurcahyo, menilai kritik sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan program, bukan pada program secara keseluruhan.

“Program MBG sudah baik karena banyak manfaat apalagi di desa2 walaupun ada kekurangan wajar karena program baru dan perlu banyak perbaikan,” tulisnya. “Kritisi saja dapur2 yg bermasalah jangan program nya,” lanjutnya.

Komentar senada disampaikan akun @nia_wijayantii, yang menilai banyak pemberitaan negatif membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang.

“Mungkin dengernya pas berita jelek2 saja tentang MBG... banyak berita bagusnya juga padahal,” tulisnya.

Menurutnya, program besar seperti MBG memang membutuhkan waktu untuk berjalan lebih baik.

Selain di akun pribadi Acha, kritik dari warganet juga muncul di kolom komentar akun lain yang mengutip pernyataan tersebut, salah satunya akun @btgfeed.

Akun @pmpk.reborn menilai semua warga negara memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pandangan karena sama-sama membayar pajak.

“Masalahnya bukan lu doang yg bayar pajak semuanya juga bayar pajak,” tulisnya.

Ia juga mempertanyakan mengapa kritik lebih sering diarahkan pada program MBG dibanding program bantuan pemerintah lainnya.

“apakah bukannya lebih baik MBG semua orang semua kalangan bisa menerima manfaat tanpa birokrasi ribet,” lanjutnya.

Akun @ricks_family2009 juga menyinggung perbedaan kondisi ekonomi antara Acha dan sebagian masyarakat.

“Cha ga semua orang tua mampu kaya lo hidup nya,” tulisnya.

Sementara itu akun @dianasuwarni8 menyebut program MBG sangat bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“MBG sangat bermanfaat untuk anak-anak Indonesia apalagi anak-anak yang kurang mampu,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @koh.ayiz yang menilai manfaat MBG harus dilihat dari kondisi seluruh wilayah Indonesia.

“oknum orang kaya tidak akan mengerti dan paham makna serta pentingnya MBG bagi anak sekolah se Indonesia,” tulisnya.

Bahkan kritik juga datang dari sesama pengguna media sosial yang menilai figur publik sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat mengenai program publik.

Akun @zanzabellaa menulis, “Bacot ah si aca.. udh bagus jd artis malah ikut2an bahas bgini.”

Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah warganet juga berharap kritik yang disampaikan figur publik dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan program tersebut.

Perbincangan yang terjadi di media sosial menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi isu yang memunculkan berbagai perspektif di masyarakat, baik dukungan maupun kritik, terutama terkait efektivitas, pengelolaan, dan dampaknya bagi penerima manfaat.

(TribunStyle.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Kritik Tajam Acha Septriasa Singgung soal Program MBG, Picu Perdebatan Netizen: Masa Diem Aja, 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved