Mengenal Tradisi Nugal, Budaya Agraris Belitong yang Semakin Langka
Nugal kini semakin sulit ditemui, setelah budaya tambang mendominasi mata pencaharian masyarakat pedesaan di Pulau Belitung
Namun menurut Loudon, budidaya padi saat itu tidak cukup untuk memenuhi permintaan.
Tak hanya Loudon, sejumlah catatan mengenai keberadaan budidaya padi di Pulau Belitung juga ditulis dalam buku FW Stappel, 'Aanvullende gegevens omtrent de geschiedenis van het eiland Billiton en het voorkomen van tin aldaar', (1938). Namun tulisan Stappel memberikan kesan bahwa Belitung pernah menghasilkan beras dalam jumlah banyak sehingga menjadi komoditi perdagangan.
Stapel mengutip Register Harian dari Batavia yang mencatat kedatangan sebuah perahu dari Belitung di Batavia dengan membawa muatan beras pada bulan Maret 1663.
Pemerhati Sejarah dan Budaya Belitung, Salim YAH mengatakan Nugal merupakan jejak kebudayaan agraris Belitung. Kebudayaan itu bahkan jauh lebih tua dari yang mungkin diperkirakan.
"Besar kemungkinan sudah ada sejak masyarakat itu sendiri ada, karena kalau kita lihat caranya kan masih sangat sederhana sekali," kata Salim kepada Bangka Pos Grup, Sabtu (17/9/2011).
Kebudayaan agraris Belitung jelasnya berkembang dalam sebuah area yang disebut kubok. Kubok merupakan sebuah pemukiman di dalam kawasan hutan yang dibuka oleh satu keluarga besar yang terdiri dari beberapa kepala keluarga.
Selain sebagai pemukiman, hutan dibuka untuk dijadikan ladang atau disebut ume, sedangkan aktivitas berladang dikenal dengan sebutan berume.
Menurut Salim, pada jaman dulu sangat mungkin produksi beras Belitung dibawa keluar daerah sebagai komoditi perdagangan. Ia memperkirakan kondisi itu disebabkan karena terjadi kelebihan hasil panen dari sejumlah kubok yang berkembang di Pulau Belitung.
"Hasil panen dalam satu tahun tanam itu tidak jarang masih ada saat masa panen tahun selanjutnya, jadi kelebihan produksi itu mungkin saja sehingga akhirnya dibawa ke luar Belitong, karena tanah jaman dulu kan masih subur," jelas Salim.
Ia mengatakan pada jaman dulu, sebagian besar matapencaharian masyarakat Belitung adalah berume. Oleh karena itu aktivitas nugal dengan mudah bisa dijumpai.
Aktivitas nugal bahkan dengan mudah bisa dijumpai di sejumlah pedesaan hingga akhir tahun 90-an.
Namun sekarang ini aktivitas nugal kian sulit ditemukan karena banyaknya masyarakat yang tidak lagi membuka ladang untuk menanam padi.
Menurut dia kondisi itu antara lain disebabkan oleh peralihan matapencaharian masyarakat secara signifikan dari pertanian ke sektor pertambangan timah.
Selain itu komoditi perkebunan seperti karet, sawit, dan lada lebih menarik minat masyarakat dibandingkan menanam padi.
"Kalau agik jaman PT Timah kan masyarakat lum bebas nambang, jadi mulai beralihnya itu sejak jaman reformasi, karena sejak itu masyarakat bebas buka tambang timah," ungkap Salim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/nugal-dan-menyemai-padi_20180919_154723.jpg)