Harga Cabai Setara Harga Daging Sapi, Pengusaha Ayam Geprek Paling Terdampak

Ini mengingat kebutuhan cabai rawit sangat banyak untuk pembuatan sambal geprek. Mengurangi porsi sambal dari rawit bukan pilihan.

Editor: Tedja Pramana
kompas.com
Sejak dua minggu terakhir harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melonjak drastis. Harganya saat ini dikisaran Rp 90 ribu per kilogram. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Memasuki Februari 2020, harga cabai belum juga turun. Harga bahan baku utama sambal ini meroket hingga sempat menembus di atas Rp 100.000 per kg atau sudah setara dengan harga daging sapi.

Melambungnya harga cabai ini sangat dikeluhkan para pengusahan kuliner. Pedagang ayam geprek jadi salah satu yang paling terdampak dari meroketnya harga cabai. Purwadi, pemilik usaha Ayam Geprek Everest, mengaku kenaikan harga cabai rawit merah membuat usahanya cukup tertekan.

Ini mengingat kebutuhan cabai rawit sangat banyak untuk pembuatan sambal geprek. Mengurangi porsi sambal dari rawit untuk pelanggannya juga bukan pilihan.

"Lumayan banget terasa kalau harga cabai rawit mahal. Sehari kan butuh sampai 10 kg rawit," kata Purwadi yang saat ini memiliki 3 outlet restoran ayam geprek di Jakarta dan Depok ini kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Dikatakannya, harga rawit mencapai Rp 90.000/kg. Itu pun harus dibelinya di pasar induk. Jika berbelanja di pasar tradisional di dekat rumah, harganya tentu lebih mahal.

"Yang biasa beli istri, bilangnya cabai rawit Rp 90.000/kg langsung ke (pasar) induk. Kalau beli di pasar kecil selisihnya lebih mahal Rp 5.000-10.000/kg," ujar Purwadi.

Pengusaha kuliner ayam geprek lainnya, Eko, menuturkan hal yang sama. Kata dia, harga cabai rawit saat normal di kisaran Rp 40.000/kg. Saat ini harganya sudah melonjak dua kali lipat lebih. "Kalau di Tangerang masih sekitar Rp 80.000/kg, kita pinter-pinter akalinnya.

Biasanya pelanggan juga mengerti, kalau pas cabai mahal nggak minta nambah sambal," ucap pemilik usaha ayam geprek Juragan Kremezz di Pasar Bengkok, Tangerang ini.

Dilihat Kompas.com dari Infopangan, situs informasi harga pangan milik Pemprov DKI Jakarta, menunjukan harga cabai rawit merah di Jakarta rata-rata sudah menembus Rp 110.556 per kg per Selasa (4/2/2020).

Harga terendah cabai rawit terjadi di Pasar Klender seharga Rp 75.000/kg. Setali tiga uang, di pasar lainnya harga cabai rawit merah juga belum menunjukan ada penurunan.

Seperti di Pasar Jembatan Merah harga cabai rawit merah dibanderol Rp 100.000/kg, Pasar Minggu Rp 90.000/kg, Pasar Senen Blok III-IV seharga Rp 85.000/kg. Tak hanya rawit, masih dari situs Infopangan Pemprov DKI Jakarta, harga rata-rata cabai jenis lain juga masih melambung.

Misalnya harga cabai merah keriting yang saat ini rata-rata harganya Rp 70.179/kg, lalu ada cabai merah besar seharga Rp 87.837/kg. Di pasar-pasar Jakarta, hanya cabai rawit hijau yang harga harganya masih terkendali.

Cabai yang rasanya tak terlalu pedas ini masih dijual di harga Rp 42.297/kg. Penyebab mahal Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengungkapkan, meroketnya harga cabai seolah sudah jadi langganan setiap pergantian musim dalam setiap tahunnya.

Selain itu, masalah ini belum juga ditemukan solusi permanennya. "Sudah jadi masalah klasik. Masalah dari dulu kan cara berbudaya petani, paling penting di situ," kata Hamid.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved