Breaking News:

Lukisan Belanda Bertema Kolonialisme di Indonesia Viral Diperbincangkan

Munculnya kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat tak hanya berdampak bagi situasi sosial di negara tersebut.

Penulis: tidakada008 | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
TWITTER @redfishstream
Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen. 

Kemudian, Oost Kolonieen adalah koloni di Hindia-Belanda, yang sekarang ini menjadi bernama Indonesia.

"Hindia-Belanda kadang namanya di naskah sejarah Oost-Indie.

Pengantin Wanita yang Ternyata Pria Jadi Tersangka, Mau Menikah Karena Pengantin Pria Ancam Hal Ini

Makanya dulu kan ada VOC, Verenigde Oost Indische Compagnie," tulis Lorraine di utas Twitter-nya, Senin (8/6/2020).

Perbincangan tentang lukisan di kereta emas Belanda ini lalu menghangat di media sosial karena gambar tersebut seolah-olah menyiratkan kebanggaan zaman kolonial dan tentu saja mengisahkan superioritas Belanda atas bangsa-bangsa yang ditindasnya.

Salah satu sisi kereta emas Belanda atau Gouden Koets menampilkan panel lukisan bernama Hulde der Kolonieen. Lukisan ini menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda di zaman kolonial. (TWITTER @redfishstream)
Salah satu sisi kereta emas Belanda atau Gouden Koets menampilkan panel lukisan bernama Hulde der Kolonieen. Lukisan ini menggambarkan kejayaan kerajaan Belanda di zaman kolonial. (TWITTER @redfishstream)

Mengenai hal itu, Lorraine menerangkan, "Sebetulnya panel lukisan itu tentang penghormatan dari daerah koloni Belanda (di West dan East Indies) untuk naik takhtanya Ratu Wilhelmina."

"Dalam konteks sekarang mungkin diartikan sebagai perayaan kolonialisme."

"(Namun) konteks sewaktu kereta itu dibuat (adalah) faktual," ungkap Lorraine pada Selasa (9/6/2020), dikutip dari laman Kompas.com berjudul Heboh, Kereta Emas Belanda Bergambar Perbudakan di Indonesia, Ini Penjelasannya.

Gouden Koets diketahui merupakan kereta emas hadiah dari penduduk Amsterdam untuk Ratu Wilhelmina yang naik takhta pada 1898.

Kereta itu sendiri dibuat pada 1897 dan menggambarkan situasi era tersebut, dimana Belanda sedang dalam masa kejayaan atas wilayah koloninya.

Di utasnya, Lorraine menguraikan, kereta emas ini adalah hasil patungan dari beberapa rukun warga (RW) di Amsterdam, dan pembuatannya diserahkan ke firma bernama Spijker.

Catat Tanggal Pendaftarannya, Sekolah Kedinasan di 6 Instansi Ini Telah Resmi Dibuka

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved