Breaking News:

Produsen Mobil Listrik Eropa Tergantung Indonesia, Jokowi Siap Tarung Tetap Tolak Ekspor Bijih Nikel

Industri baja dan mobil listrik Eropa bergantung dengan Indonesia. Menolak sawit Indonesia, Jokowi tak mau ekspor biji nikel ke Uni Eropa

Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

POSBELITUNG.CO, -- Kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang untuk menjual mineral mentah bijih nikel bukan tanpa alasan.

Pemerintah menginginkan agar mineral bijih nikel Indonesia dileburkan dan diolah menjadi barang jadi.

Kebijakan ini dilakukan agar Indonesia tak dirugikan. Pasalnya didalam mineral mentah bijih nikel ini masih banyak kandungan lain yang bernilai ekonomis tinggi.

Dilansir oleh dari kompas.com, Senin (18/1/2021) dengan mengolah bijih nikel misalnya menjadi feronikel, harganya dapat meningkat.

Dari 55 dollar AS per ton menjadi 232 dollar AS per ton, atau memberikan nilai tambah sekitar 400 persen.

Wajar saja Uni Eropa ngotot ingin mengusai ekspor bijih nikel atau mineral mentahnya. 

Uni Eropa menginginkan keuntungan yang lebih besar.

Karenanya Uni Eropa menentang kebijakan pemerintah Indonesia.

Uni Eropa pun merasa sangat gerah.

Apalagi pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Halaman
1234
Penulis: Hendra
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved