Eksklusif Transaksi Aset Lesu
Sempat Terseok di Awal Pandemi, Penyaluran KPR Mulai Menggeliat
Tahun sebelumnya terjadi perlambatan penyaluran yang disebabkan ada persyaratan tertentu terhadap segmen debitur yang pekerjaan atau usahanya terimbas
Sempat Terseok di Awal Pandemi, Penyaluran KPR Mulai Menggeliat
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penyaluran kredit perumahan rakyat (KPR) subsidi baru mulai menggeliat kembali mulai awal 2021.
Tahun sebelumnya terjadi perlambatan penyaluran yang disebabkan ada persyaratan tertentu terhadap segmen debitur yang pekerjaan atau usahanya terimbas pandemi Covid-19.
"Jadi secara penjualan, developer juga mengeluh terjadi penurunan. Namun semakin berjalan waktu ke sini mulai membaik. Agak membaik sejak awal tahun 2021. Banyak gerakan bangkit, di situ kami berani buka keran lagi," kata Kepala Kantor Cabang Pembantu BTN Tanjungpandan, Aries Almuddatshir kepada posbelitung.co, Rabu (23/6/2021).
Baca juga: Jual Aset Tanah atau Rumah Sepi Pembeli, Transaksi Properti Pun Lesu Terdampak Covid-19
Banyak relaksasi yang mulai diberlakukan pada penyaluran KPR subsidi terhadap calon debitur atau nasabah.
Karena sebelumnya, banyak pula yang tak bisa atau harus menunda pembiayaan karena berkaitan dengan persyaratan yang tak bisa dipenuhi.
Saat masa pandemi, arahan dari BTN pusat terhadap calon debitur atau nasabah yang mengambil KPR memang sempat lebih selektif.
Baca juga: Dampak Pandemi Corona, Bisnis Properti Sepi Pembeli, Sebagian Rumah Dijual Dipenuhi Semak Belukar
Ada segmentasi bisnis yang penyaluran kreditnya lebih berhati-hati, termasuk usaha pariwisata.
Persyaratan penyaluran kredit lain juga berkaitan dengan aturan dari BTN terkait harus adanya perjanjian kerja sama (PKS).
Perjanjian antara bank dan instansi harus ada agar pegawai non PNS atau tenaga kontrak di pemerintah daerah, BUMN, atau BUMD bisa menerima pembiayaan KPR.
"Dari situ banyak yang keberatan, karena dari instansi tidak bisa menjamin, calon debitur akhirnya tidak bisa lanjut," ucap dia.
Kemudian kendala lain saat survei ke tempat usaha.
Baca juga: 80 Warga di Jabar Tertipu Perumahan Bodong, Total Kerugian Mencapai Rp 900 Juta
Aries menjelaskan, kalau konsumen atau calon debitur wiraswasta atau memiliki usaha sendiri harus survei langsung.
Sementara petugas survei dari kantor cabang Pangkalpinang sehingga sempat terkendala mobilisasi perjalanan dinas yang dibatasi.
Maka proses penyaluran KPR subsidi menjadi lebih lama hingga ada yang batal atau ditunda hingga tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20210625-rumah-kpr.jpg)