Perang Rusia dan Ukraina

Mau Bantu Ukraina, Amerika Tak Punya Uang Lagi, Senator Suruh Joe Bideng Ngemis Pinjam ke China

Senator Amerika ungkap ekonomi negaranya hancur berantakan dihantam Rusia, utang menumpuk uang tak punya untuk membantu Ukraina

Editor: Hendra
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi Uang Dollar Amerika Serikat 

POSBELITUNG.CO -- Mengklaim sebagai negara terkuat di dunia dan kaya raya dengan bangganya Amerika Serikat mau memberikan bantuan uang senilai 40 miliar dollar atau Rp 558 Trilliun ke Ukraina.

Ternyata kesombongan Amerika Serikat itu diungkap oleh Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Rand Paul.

Ia mengaku Amerika Serikat saat ini tidak punya uang lagi untuk membantu Ukraina.

Padahal Ukraina sangat berharap mendapatkan bantuan dana segar dari Amerika Serikat untuk membantunya berperang melawan Rusia.

Baca juga: Rusia Ciptakan Petaka di Dunia, Setop Ekspor Bahan Pangan, Masyarakat Global Perlahan Mati Kelaparan

Baca juga: Posisi Amerika Makin Terjepit, Bentrok dengan China dan Rusia, Kejahatannya Dibongkar di Sidang PBB

Baca juga: Uni Eropa Takut dengan Amerika, Ikutan Embargo Migas Rusia, Vladimir Putin: Sama Saja Bunuh Diri

Karenanya ia menyarankan agar Presiden Joe Biden berhutang atau meminjam uang ke China.

Diketahui China merupakan sekutu Rusia.

Bahkan Presiden China, Xi Jinping merupakan sahabat kental Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Beberapa kali China menentang Amerika Serikat dan sekutunya agar tak menjatuhkan sanksi ke Rusia.

China juga telah memperingatkan Amerika akan resiko yang ditanggung bila berani menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Paul mengungkapkan kondisi keuangan Amerika Serikat dalam sebuah wawancara dengan Breitbart, dikutip dari Ria Novosti, Jumat (20/5/2022).

Senator Amerika Serikat, Rand Paul suruh Joe Biden pinjam uang ke China buat bantu Ukraina
Senator Amerika Serikat, Rand Paul suruh Joe Biden pinjam uang ke China buat bantu Ukraina (Kompas.com (ALEX WONG/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP))

Menurut Paul, pinjaman tersebut diharuskan karena anggaran AS tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban yang dijanjikan kepada Ukraina.

"Saya pikir penting untuk mengetahui bahwa kami tidak punya uang untuk dikirim, kami harus meminjam dari China untuk mengirim dana ke Ukraina," kata Paul.

Kendati demikian, ia mengakui meminjam uang untuk memberikan bantuan militer ke negara lain itu tidak dibenarkan.

Baca juga: Amerika Malu Ketahuan Publik, Ajak Rusia Negosiasi Akhiri Perang, Ajukan Syarat Minta Putin Tobat

Bahkan, ia pun merasa akan ada banyak politisi dari Republikan yang menentang pinjaman tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved