Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Atur Ulang RTRW, Antisipasi Tanggulangi Makin Sempitnya Lahan Pemakaman

Langkah terbaik, menurut Radmida hanya ada 2 pilihan. Bisa dilakukan dengan pindah dari lokasi yang ada, atau penambahan lahan di tempat yang sama.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam (tengah) membuka rapat koordinasi penataan ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Senin (1/8/2022). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Lahan pemakaman di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, semakin sempit.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengatur kembali Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) Kota Pangkalpinang Tahun 2022-2041.

"Yang akan kita ubah, yakni perkuburan dan tanah kuburan yang sudah mulai berkurang," kata Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, kepada Bangkapos.com usai rapat koordinasi penataan ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, Senin (1/8/2022).

Radmida yang juga Ketua Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) menilai, diperlukan langkah antisipatif guna menanggulangi persoalan tersebut. Diakuinya, setiap lokasi pemakaman saat ini memiliki persoalan yang berbeda.

Langkah terbaik, menurutnya hanya ada dua pilihan. Bisa dilakukan dengan pindah dari lokasi yang ada, atau penambahan lahan di tempat yang sama.

Sebagai antisipasi semakin kritisnya lahan pemakaman, permasalahan ini akan dimasukan ke dalam pembahasan Raperda RTRW, yang kini masih dibahas di DPRD. Caranya, dengan tetap menyesuaikan skala prioritas saat ini, baik kebutuhan masyarakat maupun pemerintah setempat.

"Kita menyesuaikan mana yang harus kita masukkan dan mana yang harus kita kurangi, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat dan pemerintah kita Pangkalpinang," jelas Radmida.

Disamping itu, lanjut dia, dengan adanya raperda tersebut, semua penataan ruang di Kota Pangkalpinang dapat terarah dengan baik. Penyesuaian dilakukan peninjauan kembali RTRW untuk melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan agar kualitas RTRW tetap terjaga.

Ini juga untuk menjamin bahwa revisi RTRW telah memperhatikan aspek lingkungan hidup. Oleh karenanya, permasalahan lahan pemakaman ini akan segera diselesaikan dengan adanya Raperda itu.

"Satu titik (pemakaman) sudah selesai dan satunya lagi akan kita selesaikan dan akan kita masukkan ke Perda RTRW kita," bebernya.

Kendati demikian, kata Radmida, mengenai adanya penolakan dari masyarakat pihaknya akan melakukan pendekatan secara humanis. Seperti diketahui, lahan pemakaman sangat dibutuhkan hingga beberapa tahun ke depan.

"Karena itu adalah kebutuhan, sangat butuh sekali untuk perkuburan. Nanti kalau kita meninggal, sudah tidak ada lagi kuburan," tandas Radmida.

Sediakan Dua Pemakaman Baru

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan pemakaman. Bahkan hingga saat ini proses tersebut terus diperbaharui.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved