Info Kesehatan
Bahaya Sering Makan Mi Instan, Mahasiswa Asal Babel Meninggal di Kosan karena Gangguan Pencernaan
Baru-baru ini heboh seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jody Yudha Permana meninggal dunia, diduga karena sakit gangguan pencernaan
Anda akan memperberat kerja sistem pencernaan dan lebih berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti sembelit hingga usus bocor.
Selain itu, proses mencerna mi instan yang cukup lama ini juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi lainnya pada tubuh.
Alhasil, Anda tak hanya bisa mengalami masalah pencernaan, tapi juga bisa terkena masalah malnutrisi.
Perlu Anda Ketahui
Kekurangan gizi dapat menyebabkan Anda lebih rentan terhadap risiko berat badan rendah maupun obesitas.
5. Memicu sindrom metabolik
Mengonsumsi mi instan setiap hari juga dapat menyebabkan sindrom metabolik.
Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.
Ada penelitian yang menyebutkan konsumsi mi instan setidaknya 2 kali seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 68 persen.
Ini artinya, Anda akan jauh lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme lebih besar bila mengonsumsi mi setiap hari.
Aturan makan mi yang sehat
Begitu banyak efek samping mengonsumsi makanan ultraproses ini, bukan berarti Anda tidak boleh makan sama sekali.
Namun, untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda pahami aturan makan mi instan yang sehat berikut ini.
Batasi konsumsi mi instan, misalnya seminggu 1 kali.
Baca label kemasan makanan dan pilih mi instan yang kandungan natrium lebih kecil.
Tambahkan sayur dan sumber protein hewani.
Bila perlu, gunakan hanya sebagian bumbu dan kurangi porsinya.
Mengingat bahayanya, sebaiknya Anda menghindari makan mi instan setiap hari dan usahakan untuk mengutamakanan makanan bergizi seimbang. (Tribun Jateng.com/Posbelitung.co)