Info Kesehatan

Bahaya Sering Makan Mi Instan, Mahasiswa Asal Babel Meninggal di Kosan karena Gangguan Pencernaan

Baru-baru ini heboh seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jody Yudha Permana meninggal dunia, diduga karena sakit gangguan pencernaan

Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing (BSA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes) bernama Jody Yudha Permana (23) dari Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung tersebut ditemukan meninggal dunia di Gang Pisang, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Senin (19/12/2022) malam 

Anda akan memperberat kerja sistem pencernaan dan lebih berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti sembelit hingga usus bocor.

Selain itu, proses mencerna mi instan yang cukup lama ini juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi lainnya pada tubuh.

Alhasil, Anda tak hanya bisa mengalami masalah pencernaan, tapi juga bisa terkena masalah malnutrisi.

Perlu Anda Ketahui

Kekurangan gizi dapat menyebabkan Anda lebih rentan terhadap risiko berat badan rendah maupun obesitas.

5. Memicu sindrom metabolik

Mengonsumsi mi instan setiap hari juga dapat menyebabkan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.

Ada penelitian yang menyebutkan konsumsi mi instan setidaknya 2 kali seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 68 persen.

Ini artinya, Anda akan jauh lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme lebih besar bila mengonsumsi mi setiap hari.

Aturan makan mi yang sehat

Begitu banyak efek samping mengonsumsi makanan ultraproses ini, bukan berarti Anda tidak boleh makan sama sekali.

Namun, untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda pahami aturan makan mi instan yang sehat berikut ini.

Batasi konsumsi mi instan, misalnya seminggu 1 kali.

Baca label kemasan makanan dan pilih mi instan yang kandungan natrium lebih kecil.

Tambahkan sayur dan sumber protein hewani.

Bila perlu, gunakan hanya sebagian bumbu dan kurangi porsinya.

Mengingat bahayanya, sebaiknya Anda menghindari makan mi instan setiap hari dan usahakan untuk mengutamakanan makanan bergizi seimbang. (Tribun Jateng.com/Posbelitung.co)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved