Berita Belitung

PPKM Dicabut, Pariwisata dan Perhotelan Babel Dapat Angin Segar, Berharap Kunjungan Wisatawan Naik

Pencabutan PPKM ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Novita CC | Editor: Novita
tribunjogja
Ilustrasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah memutuskan mencabut PPKM pada akhir Desember 2022 lalu. 

"Kondisi bisnis perhotelan Santika saat ini sudah mulai meningkat jauh dibanding pandemi kemarin, dan pelaksanaan kegiatan pun mulai kembali normal," kata Public Relation Santika Hotel Bangka, Chintia Ayu kepada Bangkapos.com, Senin (9/1/2023).

Meski pelongaran kegiatan dan PPKM sudah dicabut, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, khususnya bagi para pegawai hotel.

Dikatakan Chintia, di momen hari libur pihaknya pun menawarkan promo Fantastic Weekend, yakni dengan harga Rp535.000 per satu malam, yang berlaku khusus Jumat - Minggu.

Pencabutan PPKM saat ini juga menjadi gairah baru bagi Novotel Hotel Bangka. Pihaknya pun berharap kondisi hotel ini segera pulih seperti sebelum Covid-19.

"Kondisi hotel masih belum begitu baik untuk Januari, beberapa instansi dan dinas juga belum memulai kegiatan. Tetapi jika dibanding Covid-19 kemarin, saat ini mulai membaik," sebut Director of sales Novotel Bangka, Sri Sufarni.

Ia menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan, baik bagi pegawai ataupun tamu yang berkunjung.

Bakal Berangsur Pulih

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Devi Valeriani menilai, kebijakan pencabutan PPKM disambut sukacita baik oleh masyarakat maupun para pelaku usaha.

Masyarakat, terutama siswa dan mahasiswa, saat ini sudah hampir 100 persen berkegiatan tatap muka, walaupun sebagian masih ada yang hybrid.

Menurutnya, kegiatan berwisata dan berlibur menjadi lebih leluasa dan maraknya sektor pariwisata berikut sektor pendukungnya terasa sangat kental.

"Secara kasat mata di Bangka Belitung, sektor pendukung pariwisata terutama kafe yang identik dengan tempat kuliner, utamanya kopi tumbuh menjamur. Memang sektor pariwisatalah yang sangat merasakan dampak dari pencabutan PPKM tersebut," kata Devi kepada Bangkapos.com, Selasa (10/1/2023).

Kata Devi, aktivitas ekonomi masyarakat diprediksi akan terus meningkat, terutama dalam perbelanjaan di sektor ritel, perdagangan besar, hingga perdagangan eceran.

"Namun segmen bisnis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan tinggi di tahun 2023, di antaranya sektor pariwisata, restoran, perhotelan, hingga kafe. Berbagai sektor tersebut memang sudah menunjukkan pertumbuhan sejak awal kuartal III-2022," jelasnya.

Kemudian, lanjut Devi, digitalisasi setelah pencabutan PPKM tetap memberikan peran utama, karena digitalisasi saat ini mulai menjadi kebiasaan masyarakat. Seperti memesan tiket, berbelanja, dan sebagainya.

"Artinya, sektor digitalisasi, khususnya belanja online, tidak akan tergerus dengan pencabutan PPKM. Karena sejak awal diberlakukan PPKM, sudah menerapkan digitalisasi dalam berbagai aspek ekonomi hingga sekarang. Kondisi ini menggambarkan bahwa perekonomian Indonesia dan khususnya Bangka Belitung, akan terus tumbuh dengan pencabutan PPKM tersebut bahkan harapannya terungkit lebih tinggi lagi," bebernya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved