berita kriminal

Tahap Dua Perkara Tambang di Membalong, Kejari terima Penyerahan Tersangka, Alat Hingga Excavator

Proses tahap dua diterima oleh JPU Seksi Pidana Umum Kejari Belitung Michel Yudistira Lumban Gaol dari penyidik Polsek Membalong.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
IST/dok Kejari Belitung
JPU Seksi Pidana Umum Kejari Belitung menerima penyerahan tersangka berikut barang bukti dari penyidik Polsek Membalong perkara dugaan tambang pada Selasa (17/1/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung menerima penyerahan tersangka berikut barang bukti (tahap dua) atas perkara dugaan tindak pidana pertambangan di kawasan hutan Dusun Aik Merah, Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung pada Selasa (17/1/2023) lalu.

Proses tahap dua diterima oleh JPU Seksi Pidana Umum Kejari Belitung, Michel Yudistira Lumban Gaol dari penyidik Polsek Membalong.

Selain tersangka RD, JPU juga menerima barang bukti satu unit Excavator hijau merek Kobelco, dua set mesin tarik tanah, satu set mesin tarik air, dua buah sakan, satu invoice atau surat excavator merek Kobelco, satu lembar kwitansi jual beli, satu karung berisi pasir timah.

"Terhadap tersangka diilakukan penahan rutan dan dititipkan di Lapas Kelas II B Tanjungpandan untuk 20 hari ke depan," ujar Kasi Intelejen Kejari Belitung MTR Anggoro kepada posbelitung.co pada Rabu (18/1/2023).

Ia menjelaskan tersangka RD dalam perkara tersebut diduga telah melanggar tindak pidana penambangan tanpa izin sebagaimana diatur dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman Pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000.

Selain itu Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 89 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15  tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp1.500.000.000 dan paling banyak Rp10.000.000.000.

"Selanjutnya dalam waktu dekat perkara tersebut akan dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan untuk dilakukan proses persidangan," kata Anggoro.

Sebelumnya, jajaran Polsek Membalong mengamankan tersangka karena diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan pada awal Agustus 2022 lalu.

Selain tersangka, polisi turut menyita peralatan tambang berikut excavator yang beroperasi di lokasi kejadian.

(posbelitung.co/dede s)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved