Kerusuhan di Wamena, Sekelompok Warga Bakar Kios dan Rumah Gegara Isu Penculikan Anak

Warga terprovokasi setelah membaca isu beredar di media sosial, terkait adanya dugaan penculikan anak oleh perantau di darah Distrik Napua....

Tayang:
Tribun-Papua.com/Arny Hisage
Massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak. 

POSBELITUNG.CO, WAMENA -- Kerusuhan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Tengah.

Adapun situasi di Wamena memanas akibat warga termakan isu penculikan anak.

Sekelompok massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kamis (23/2/2023) siang.

Pembakaran dipicu isu penculikan anak.

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, insiden ini berlangsung di dekat Gereja GKI Ukul Ebe Hunik Sinakma, sekira pukul 14.30 WIT.

Warga terprovokasi setelah membaca isu beredar di media sosial, terkait adanya dugaan penculikan anak oleh perantau di darah Distrik Napua.

Dalam info WhatsApp yang beredar, pelaku menggunakan mobil pikup.

Baca juga: Harga HP OPPO Reno 8T 5G dengan RAM 8GB Mulai Dijual Rp 4 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Baca juga: 10 Dokter Spesialis Curhat ke DPRD Belitung Timur soal TPP Terancam Dikurangi, Sekda Jelaskan ini

Baca juga: Pejabat Pajak yang Anaknya Diduga Aniaya Remaja di Jaksel Punya Harta Rp56 Miliar, Ini Rinciannya

Penyebar informasi menuding polisi berupaya melindungi pelaku.

RICUH - Sekelompok massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegununga, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak.
RICUH - Sekelompok massa membakar kios milik warga perantau di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegununga, Kamis (23/2/2023) siang. Warga terprovokasi isu penculikan anak. (Kolase Tribunnews.com/Tribun-Papua.com/Arny Hisage)

Akibat kabar miring ini, emosi warga tersulut hingga melakukan pembakaran rumah.

Asap membumbung tinggi hingga membuat warga lainnya ketakutan.

Situasi pun mencekam. Mereka trauma kasus kericuhan 2019 terulang.

Kini, aparat Gabungan TNI dan Polri berada di lokasi untuk meredam situasi.

Hingga berita ini tayang, Tribun-Papua masih berada di lapangan untuk menghimpun keteragan resmi kepolisian.

Pores Jayawijaya pun masih menelusuri ssosok penyebar pesan yang diduga hoaks tersebut.

Peristiwa 2019

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved