Pengantin Wanita Berulang Kali Ucap Tak Cinta Pernikahan Batal, Pendeta: Saya Tak Berani Lanjutkan

Sebelum pengucapan janji, pendeta terlebih dahulu menanyakan kepada pengantin wanita tentang kecintaannya terhadap pria yang akan menjadi calon ...

SERAMBINEWS.COM/FACEBOOK
Kejadian Batal Nikah di Sumut, Pengantin Wanita Berulang Kali Ucap Tak Cinta Calon Suami: Kami Syok 

"Baru yang kedua, terkait informasi yang kita dapat bahwa perempuan dan laki-laki ini hanya pertemuan melalui katakanlah perjodohan hanya 3 bulan. Jadi itu langsung saya yang tanya di depan gereja di acara kebaktian, sudah berapa lama kau berteman dengan boru Nainggolan? 3 bulan amang, dan itu diakui Darman," sambungnya.

Ia juga menuturkan hakikat pernikahan.

Ia sebutkan, pernikahan tersebut sifatnya sakral dan kekal.

"Karena pemberkatan itu kan bukan pemberkatan main-main, itu kan sakral, sampai seumur hidup bahkan sampai maut memisahkan.

Secara aturan, pihaknya telah menjalankan proses mulai dari persiapan hingga di hari H pemberkatan.

Baca juga: Jadwal Libur Semester Ganjil SD/SMP/SMA dan Jadwal Libur Nasional Serta Cuti Bersama Desember 2024

Baca juga: Biodata Santyka Fauziah, Kekasih Barunya Sule, Bukan Artis Tapi Sifat ini yang Bikin Sule Cinta

Baca juga: Jangan Panik, Ini Cara Membuka HP OPPO yang Terkunci atau Lupa Kata Sandi dengan Panggilan Darurat

Kedua calon mempelai sudah mengikuti semua proses sebelum diberkati.

Proses tersebut adalah sidi, tunangan, pengumuman pertama dan pengumuman kedua.

Ia mengatakan, SB adalah jemaat di HKI setempat sementara perempuan berasal dari Kota Tarutung.

"Guru SD di Huta Mamukka, dan si cewek kata si cowok saat mengantar foto katanya bekerja di Rumah Sakit Umum di Tarutung," terangnya.

"Kalau yang laki-laki iya, memang jemaat HKI, bapaknya mantan sintua namun sudah meninggal. Tapi yang perempuan dari Tarutung," pungkasnya.

Saat Tunangan Wajah NN Ceria 

Pendeta Binton mengatakan persiapan pernikahan sudah dimulai dengan baik dan tak ada tanda-tanda bahwa akan terjadi pembatalan.

Mulai dari tunangan (martumpol) hingga persiapan sebelum acara di gereja berlangsung.

"Pada saat Martumpol, kedua belah pihak baik raja adat dan gereja serta jemaat ada di sana. Semua tahapan untuk mendapatkan pemberkatan dilalui dengan baik," tutur Pendeta Binton.

"Bahkan surat akta kawin mereka tandatangani dengan baik dan senyum tanpa ada raut wajah yang terbebani saat berada di ruang konsistori. Nah memang di situ kita herannya," sambungnya.

Ia memohon agar kejadian ini jangan dibesarkan lagi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved