Vonis Kasus Sawit di Belitung

BREAKING NEWS: Martoni Divonis Lebih Ringan Dibanding Tuntutan JPU, Air Mata Keluarga Pun Pecah

Majelis hakim yang diketuai Syafitri beranggotakan Frans Lukas Sianipar dan Elizabeth menjatuhkan vonis sembilan bulan penjara kepada Martoni. 

|
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Martoni terdakwa perkara perusakan dan pembakaran aset PT Foresta Lestari Dwikarya berpelukan dengan keluarga pada Kamis (18/1/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan akhirnya menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Martoni atas perkara dugaan pengrusakan dan pembakaran PT Foresta Dwikarya Lestari pada Kamis (18/1/2024).

Majelis hakim yang diketuai Syafitri beranggotakan Frans Lukas Sianipar dan Elizabeth menjatuhkan vonis sembilan bulan penjara kepada Martoni

Vonis sembilan bulan penjara dikurangi lamanya masa tahanan yang telah dijalani terdakwa. 

Pelukan dan air mata keluarga seketika pecah saat mendengar mendengar vonis yang jauh lebih ringan dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebab, Martoni dituntut JPU dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara pada persidangan sebelumnya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyampaikan hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan orang lain melakukan tindak pidana.

Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Martoni pada kasus perusakan dan pembakaran aset PT Foresta Lestari Dwikarya, Kamis (18/1/2024)
Sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Martoni pada kasus perusakan dan pembakaran aset PT Foresta Lestari Dwikarya, Kamis (18/1/2024) (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa jujur mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi serta belum pernah dihukum.

Di sisi lain dalam putusannya, hakim juga berpendapat perbuatan yang dilakukan Martoni memang terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penghasutan yang diatur Pasal 160 KUHP.

Sebab, pada kejadian tanggal 16 Agustus 2023 lalu, Martoni sempat menyebarkan informasi aktifitas panen pihak perusahaan di luar HGU.

Padahal informasi yang disampaikan masih bersifat indikasi.

Akhirnya massa perwakilan desa berkumpul dan mendatangi area Kantor Tanjung Rusa Estate.

Bahkan di lokasi kejadian Martoni sempat melantorkan kalimat yang kembali mengandung unsur penghasutan.

Namun, hakim menilai tuntutan yang disampaikan terdakwa terlalu berat sehingga majelis mempertimbangkan segala aspek demi memenuhi rasa keadilan.

Usai pembacaan putusan, majelis juga menyampaikan seluruh pihak memiliki hak yang sama terhadap putusan yaitu menerima, banding atau pikir-pikir selama tujuh hari.

Selain itu, majelis juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung proses persidangan dari awal hingga akhir tanpa gangguan apapun.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved