Kabar Belitung Timur

Harga Kebutuhan Berangsur Turun, Cabai Kecil di Manggar Rp70 ribu per Kilogram

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Lipat Kajang, Manggar, Belitung Timur mengalami penurunan.

Penulis: Rusaidah | Editor: Teddy Malaka
Istimewa
Pembeli saat membeli cabai di Padar Lipat Kajang Manggar, Belitung Timur. Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami penurunan sejak seminggu terakhir atau saat memasuki bulan Juli 2024. 

POSBELITUNG.CO - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Lipat Kajang, Manggar, Belitung Timur mengalami penurunan. Beberapa di antaranya bawang merah Brebes, bawang merah batu, bawang putih dan cabai.

Penurunan itu dimulai sejak seminggu terakhir atau saat memasuki bulan Juli 2024.

Harga cabai di Manggar mengalami penurunan yang signifikan yang sebelumnya cabai kecil di harga Rp80 ribu kini menjadi Rp70 ribu per kilogram.

"Cabai keriting harganya Rp50 ribu sekilo. Kalau cabai kecil itu di harga Rp70 ribu per kilonya. Biarpun stok tidak banyak tapi harga tidak terlalu tinggi," kata Yadi, penjual kebutuhan pokok di Pasar Lipat Kajang, Senin (8/7).

Dia menambahkan, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan yang jauh dibandingkan bulan Juni 2024 kemarin.

Dikatakannya, harga bawang putih pada bulan lalu di kisaran Rp80 ribu per kilogram, sedangkan untuk bawang merah mengalami penurunan harga sebesar Rp20 ribu.

"Kalau bawang merah Rp40 ribu. Nah kalau bawang putih ini selisih Rp5.000 dari bawang merah, jadi per kilonya Rp45 ribu," katanya.

Di tempat yang sama, Bila, pembeli kebutuhan pokok di Pasar Lipat Kajang Manggar mengaku harga ayam potong yang dibelinya di harga Rp40 ribu per kilogram.

"Cuma beli setengah, kalau harganya Rp40 ribu per kilo. Nah kalau harga daging tadi nanya sama penjualnya itu di harga Rp140 ribu untuk daging sapi yang baru," katanya.

Data dari BPS Belitung Timur, angka inflasi bulan Juni 2024 di Kabupaten Belitung Timur dilaporkan sebesar 1,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,64. Kondisi ini merupakan perbandingan secara year on year dengan tahun sebelumnya.

Dari rilisnya, BPS Beltim juga menyajikan data inflasi y-on-y terjadi karena terjadinya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,86 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,71 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,57 persen.

Kemudian kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,59 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,69 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,87 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen serta kelompok transportasi sebesar 0,32 persen.

Sebaliknya, kelompok yang mengalami deflasi y-on-y atau terjadinya penurunan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,13 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Belitung Timur bulan Juni 2024 masing-masing sebesar 0,62 persen dan 0,64 persen.

Sementara itu, Kepala BPS Beltim Dwi Widianto bilang inflasi di Kabupaten Beltim masih dalam target inflasi, yakni target inflasi setahun maksimal 2,5 persen ± 1. Selama masih dalam range itu maka kondisinya masih bagus.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved