Pos Belitung Hari Ini
LIPSUS - Penyelundupan Timah di Belitung Merajalela
Di saat sidang korupsi senilai Rp300 triliun terkait tambang timah digelar di Jakarta, penyelundupan timah dari pulau ini justru semakin merajalela.
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Selasa (1/10//2024), panas menyengat di Pelabuhan Tanjung Ru, Penggantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Truk tersusun rapi di halaman parkir pelabuhan. Muncul pertanyaan apakah dari barisan truk itu ada yang membawa timah?
Di saat sidang korupsi senilai Rp300 triliun terkait tambang timah digelar di Jakarta, penyelundupan timah dari pulau ini justru semakin merajalela.
Berbagai pihak memperingatkan bahwa ini bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga ancaman serius bagi lingkungan dan tata kelola tambang nasional.
Pada Juni hingga September 2024, Babel Resources Institute (BRiNST) bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang melakukan investigasi mendalam terkait praktik ilegal ini.
Hasilnya, ditemukan sejumlah faktor yang memicu maraknya penyelundupan timah di Belitung.
Dari penambangan rakyat hingga transaksi gelap antara kolektor timah, semuanya berjalan dengan mulus, meski diwarnai persaingan ketat antar-pihak.
Di balik penyelundupan yang melibatkan berbagai aktor, terdapat peran sentral pengusaha meja goyang, yang dikenal sebagai pengepul timah lokal.
Mereka memiliki keahlian khusus dalam memisahkan bijih timah sesuai kadar Organic Carbon (OC), yang menjadi tolok ukur nilai timah.
Timah-timah ini kemudian ditampung oleh kolektor timah dari Belitung yang terafiliasi dengan smelter timah Bangka, serta kolektor timah dari yang datang dari luar Belitung, terutama dari Pulau Bangka, yang menjadi pusat smelter timah di wilayah Bangka Belitung.
Peningkatan harga timah menjadi pemicu lainnya. Pada Juni 2024, harga timah di Belitung berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram dengan kadar OC 72.
Namun, persaingan antara kolektor dari Belitung dan Bangka mendorong harga meroket menjadi Rp170 ribu per kilogram pada September.
Para kolektor berburu timah dengan sistem Cash on Delivery (COD), langsung membeli dari pengepul kecil begitu barang tersedia.
Pada September 2024, wartawan Pos Belitung bertemu dengan seorang pembeli timah asal Bangka berinisial Bt, yang meminta bantuan dicarikan bijih timah.
“Kalau ada yang jual, kita langsung ke lokasi,” pesan Bt kepada jurnalis Pos Belitung.
Liputan Khusus
Pos Belitung Hari Ini
penyelundupan timah
Belitung
Pelabuhan Tanjung Ru
Kecamatan Badau
Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Pulau Bangka
Posbelitung.co
| Cucu Bersyukur Suaminya Selamat dari Tenggelamnya KM Rahma Jaya di Perairan Karang Antu |
|
|---|
| Kejari Basel Fokus Kejar Kasus Korupsi Lingkungan Turunan Tata Niaga Timah Rp300 Trilliun |
|
|---|
| Gubernur Babel Lapor Balik Fira Dugaan Pengaduan Palsu dan Pencemaran Nama Baik |
|
|---|
| TNI AL Tarik Ponton Tambang Ilegal di Pantai Asmara yang Ancam Kabel Listrik Bawah Laut |
|
|---|
| Segera Menjadi Cagar Budaya, Situs Kota Kapur Simpang Peninggalan Arkeologis Bernilai Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241009-Pos-Belitung-Hari-Ini-edisi-Rabu-9-Oktober-2024.jpg)