Pos Belitung Hari Ini

LIPSUS - Penyelundupan Timah di Belitung Merajalela

Di saat sidang korupsi senilai Rp300 triliun terkait tambang timah digelar di Jakarta, penyelundupan timah dari pulau ini justru semakin merajalela.

|
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Rabu, 9 Oktober 2024 

Kendaraan bebas masuk dan melintas, tanpa adanya pemeriksaan.

Suhadak, Wakil UPTD Pelabuhan Tanjung Ru mengatakan, mereka tidak punya kewenangan untuk memeriksa apa yang dibawa oleh truk-truk yang akan menyeberang.

Menurut Suhadak, UPTD Pelabuhan Tanjung Ru hanya menyiapkan fasilitas ke pelabuhan saja.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh tim AJI Pangkalpinang, Suhadak mengubah keterangannya.

Awalnya Suhadak menyebut pihak ASDP yang berkewenangan terhadap apa barang yang melintas. Ketika datang Sukisman yang merupakan Svp dari ASDP untuk Pelabuhan Tanjung Ru, Suhadak menyebut yang berkewenangan untuk memeriksa barang yang dikirim adalah pihak Aparat Penegak Hukum.

“Kita tidak tahu persis karena kita tidak punya kewenangan memeriksa semua muatan yang datang itu. Soal muatan kita tidak tahu, bukan kewenangan, tupoksi kami. Kalau di sini pihak ASDP yang melakukan pengecekan,” kata Suhadak.

Menurut dia, setiap aktivitas pemberangkatan, ada petugas yang datang termasuk dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Bahkan pada peristiwa pengiriman pasir timah berkedok daging babi yang terungkap pada Juni lalu, ia memastikan adanya aparat penegak hukum di pelabuhan saat itu.

“Ada aparat yang standby saat itu,” kata dia.

Suhadak mengatakan pihaknya tidak bisa menuduh ke pihak-pihak tertentu, bahkan termasuk pada kendaraan yang dicurigai mengangkut timah illegal.

“Kita tidak bisa menduga-duga, nanti orang marah. Saya tidak bisa,” kata dia.

Suhadak mengatakan, operasi gabungan untuk mencegah penyelundupan timah telah dilakukan bersama-sama sejumlah instansi.

“Kita tertibkan bersama-sama, kita bergandengan kita lakukan bersama-sama. Kita siap,” kata Suhadak.

Sementara itu, Sukisman selaku Svp ASDP untuk Pelabuhan Tanjung Ru yang ada di ruangan tersebut tidak mau berkomentar.

“Saya tidak berwenang berkomentar, karena ada GM di Bangka,” katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved