Berita Bangka Belitung

SLB YPAC Pangkalpinang berlakukan Pembelajaran Shift Bagi Siswa Autis 

Para siswa yang mengikuti pendidikan di SLB YPAC Pangkalpinang memiliki beragam kebutuhan khusus.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Sekolah SLB YPAC Pangkalpinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO - Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini masih mengalami kekurangan tenaga guru dan fasilitas sekolah.

SLB YPAC Pangkalpinang saat ini hanya memiliki 18 guru dan harus melayani 141 siswa dari berbagai jenjang, mulai dari skolah dasar luar biasa (SDLB) hingga sekolah menengah atas luar biasa (SMALB).

Wakil Kepala Sekolah SLB YPAC Pangkalpinang, Inki mengatakan para siswa yang mengikuti pendidikan di SLB YPAC Pangkalpinang memiliki beragam kebutuhan khusus.

Termasuk autis, tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, dan tuna grahita.

Menyikapi keterbatasan jumlah tenaga pendidik di SLB YPAC Pangkalpinang ini, jelas Inki, pihaknya menerapkan sistem shift, terutama bagi siswa autis yang membutuhkan penanganan khusus.

"Untuk guru/tenaga pendidik disini memang kita kekurangan, khususnya guru PLB karena rata-rata di kita memang semuanya guru umum.

Cara kita menagulangi kekurangan saat ini pakai shif, seperti yang SD untuk kelas autis, butuh penangan khusus.

Gak bisa digabung terlalu banyak," jelas Inki kepada Bangkapos.com, Senin (11/11/2024).

Ia mengemukakan SLB idealnya membutuhkan tambahan dua guru PLB mengingat ketersedian fasilitas yang juga terbatas.

Keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas ini merupakan tantangan yang dihadapi oleh SLB yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kalau dari segi kekurangan mungkin kita kurang dua guru PLB, mengingat kemampuan fasilitas/ruang kita juga cukupnya segitu.

Namun memang jumlah ini masih kurang dan bahkan hampir semua SLB ini kekurangan guru, terkhususnya guru PLB," jelas Inki.

Baca juga: Capaian POPM di Belitung Timur 27,49 Persen, Damar Tertinggi dan Manggar Terendah

Ia berharap pemerintah dapat memberikan beasiswa bagi guru SLB yang ingin melanjutkan pendidikan kebutuhan khusus (PLB).

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya penyetaraan jenjang karir bagi tenaga pendidik di SLB, baik negeri maupun swasta.

"Kita menyambut baik kalau ada beasiswa PLB untuk guru-guru.

Dan yang paling utama pemerintah juga melihat sekolah swasta. Kita berharap kita tenaga ini bisa disamaratakan, jadi kita yang honor bisa juga ikut P3K meskipun bukan tenaga PLB karena kami juga memiliki ilmu dan pengalaman ngajar di SLB," kata Inki.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved