Pengakuan Pengajar Ponpes Usai Sertu Hendri Tembak Anggota PM Belitung Serma Randi
Saat itu, Senin (13/1/2025) dini hari, pengajar Pondok Pesantren Dhiya-Ul Quran Belitung mendengar suara tembakan.
Sebelumnya, Serma Randi tiba di rumah sakit pada Senin (13/1/2025) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, dengan keluhan nyeri dada akibat luka tembak.
Saat tiba di rumah sakit, pasien dalam kondisi sadar dan stabil. Setelah pemeriksaan laboratorium, ia dirawat inap untuk persiapan evakuasi proyektil peluru.
Operasi pengangkatan proyektil peluru dilakukan pada Rabu (15/1/2024) pukul 11.00 WIB oleh tim dokter RSUD Marsidi Judono.
Sebelumnya, Serma Randi menjadi korban penyanderaan dan penembakan oleh Sertu Hendri, seorang desertir TNI AD yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Insiden terjadi saat pelaku melarikan diri dari upaya penangkapan terkait kasus teror terhadap istri sirinya dan perampokan di Palembang.
Saat menyandera Serma Randi di Desa Buluh Tumbang, pelaku menembaknya ketika ia mencoba meloloskan diri.
Peluru mengenai sisi kiri dada bawah dan bersarang di dekat ulu hati.
(Posbelitung.co/Dede Suhendar/Adelina Nurmalitasari)
| Ketua DPRD Belitung Ingin Terminal Baru Bandara Hanandjoeddin Bernuansa Khas Belitung |
|
|---|
| Dukung Penerbangan Singapura-Belitung, Rudianto Tjen Minta Jam Kedatangan Dievaluasi |
|
|---|
| Mengenang Rappeh, Korban Kecelakaan di Beltim yang Dikenal Pantang Menyerah |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Atlet POPDA Belitung Timur, Keluarga Tuntut Keadilan |
|
|---|
| Pemkab Beltim Gandeng BPMP Babel Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Capaian SPM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250114-Dandim-Ikut-Penangkapan-Sertu-Hendri-di-Belitung.jpg)