Pengakuan Pengajar Ponpes Usai Sertu Hendri Tembak Anggota PM Belitung Serma Randi

Saat itu, Senin (13/1/2025) dini hari, pengajar Pondok Pesantren  Dhiya-Ul Quran Belitung mendengar suara tembakan.

Tayang:
Editor: Alza
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Rombongan Kapolres Belitung, Dandim 0414 Belitung dan Danlanud H AS Hanandjoeddin berkumpul di sekitar lokasi persembunyian Sertu Hendri pada Selasa (14/1/2025). 

Sebelumnya, Serma Randi tiba di rumah sakit pada Senin (13/1/2025) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, dengan keluhan nyeri dada akibat luka tembak. 

Saat tiba di rumah sakit, pasien dalam kondisi sadar dan stabil. Setelah pemeriksaan laboratorium, ia dirawat inap untuk persiapan evakuasi proyektil peluru. 

Operasi pengangkatan proyektil peluru dilakukan pada Rabu (15/1/2024) pukul 11.00 WIB oleh tim dokter RSUD Marsidi Judono.

Sebelumnya, Serma Randi menjadi korban penyanderaan dan penembakan oleh Sertu Hendri, seorang desertir TNI AD yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Insiden terjadi saat pelaku melarikan diri dari upaya penangkapan terkait kasus teror terhadap istri sirinya dan perampokan di Palembang.

Saat menyandera Serma Randi di Desa Buluh Tumbang, pelaku menembaknya ketika ia mencoba meloloskan diri. 

Peluru mengenai sisi kiri dada bawah dan bersarang di dekat ulu hati.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar/Adelina Nurmalitasari)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved