Pengakuan Pengajar Ponpes Usai Sertu Hendri Tembak Anggota PM Belitung Serma Randi

Saat itu, Senin (13/1/2025) dini hari, pengajar Pondok Pesantren  Dhiya-Ul Quran Belitung mendengar suara tembakan.

Tayang:
Editor: Alza
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Rombongan Kapolres Belitung, Dandim 0414 Belitung dan Danlanud H AS Hanandjoeddin berkumpul di sekitar lokasi persembunyian Sertu Hendri pada Selasa (14/1/2025). 

Jadi panggil Ahyat, bawa mobil membawa beliau," imbuhnya. 

Kemdian, tiga santri dan dua pengajar ponpes membawa Serma Randi ke RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Serma Randi adalah personel Subdenpom Persiapan Belitung menjadi korban penembakan desertir TNI AD Sertu Hendri Senin (13/1/2025) dini hari lalu. 

Penembakan tersebut diperkirakan terjadi di area Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiya-Ul Quran beralamat di Jalan Tembus Desa Buluh Tumbang-Air Seruk pada Senin (13/1/2025) dini hari lalu. 

Serma Rendi ditolong oleh para pengajar serta santri ponpes dan dibawa ke RSUD Marsidi Judono untuk mendapatkan perawatan.

"Kalau takut pasti takut, tapi kami mikirnya untuk keamanan pondok. Karena awalnya ada yang teriak maling dan suara tembakan," kata Muhammad.

Muhammad menuturkan, semenjak awal keluar rumah, dirinya tidak melihat mobil Toyota Fortuner di dalam area ponpes. 

Mobil tersebut digunakan desertir TNI AD Sertu Hendri untuk melarikan diri pada malam itu. 

"Memang waktu kami tanya mana mobilnya, kata beliau sudah lari," kata Muhammad. 

Oleh sebab itu, diduga desertir TNI AD Sertu Hendri memarkirkan mobilnya sebelum area perumahan ponpes. 

Bahkan keesokan harinya ditemukan tas dan rompi di halaman depan sebelum masuk area ponpes.  

Keluar dari rumah sakit

Serma Randi, anggota Subdenpom Persiapan Belitung, yang sebelumnya menjadi korban penembakan oleh disertir TNI AD, Sertu Hendri, kini telah pulih dan dipulangkan dari RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan. 

Proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya berhasil diangkat melalui operasi dan kondisinya dinyatakan stabil pascaoperasi.

"Setelah operasi pasien dalam kondisi baik. Direncanakan pulang hari ini, sore hari," kata Plh Direktur RSUD Marsidi Judono, Ika Harniati, Kamis (16/1/2024).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved