Berita Bangka Belitung

Terpapar Penyakit PMK, Empat Ekor Sapi di Basel Bangka Belitung Diisolasi

Nurudin mengatakan hingga akhir Januari 2025 terdata sebanyak empat ekor sapi terjangkit penyakit PMK.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
CEK KESEHATAN SAPI - Petugas kesehatan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan mengecek kesehatan hewan ternak sapi di kandang, Sabtu (1/2/2025). Pengecekan guna mengantisipasi penyebaran penyakit PMK. 

POSBELITUNG.CO – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengisolasi empat ekor sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK.)

Isolasi ini guna mengantisipasi penularan penyakit PMK terhadap ternak sapi lainnya.

Upaya ini sekaligus menekan dan mengendalikan penyebaran penyakit PMK.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan hingga akhir Januari 2025 terdata sebanyak empat ekor sapi terjangkit penyakit PMK

Data itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan dan pengujian laboratorium terhadap hewan ternak terindikasi PMK.

Diprediksi masih terdapat peningkatan kasus PMK seiring pemeriksaan.

“Di Kabupaten Bangka Selatan sudah ditemukan empat ekor sapi yang terkena PMK,” ungkap Nurudin kepada Bangkapos.com, Sabtu (1/2/2025).

Baca juga: Cara Antisipasi Penyakit PMK, Peternak di Belitung Diimbau Jaga Kebersihan Kandang

Empat ekor sapi terjangkit penyakit PMK telah diisolasi guna mencegah penularan virus penyakit PMK lebih luas.

Sapi tersebut telah mendapat pengobatan agar tidak menular ke sapi lainnya.

“Jadi hewan-hewan yang sudah terkena PMK maupun yang kami duga terkena PMK segera ditangani dan diberi perlakuan pengobatan,” ujar Nurudin.

Penyebab PMK lanjut dia, merupakan virus yang termasuk dalam famili Picornaviridae, genus Aphthovirus.

PMK dapat menyerang hewan ternak terutama sapi, kambing dan domba.

Penyakit PMK mudah menyebar melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dengan hewan yang sehat.

Vektor seperti lalat, kutu, dan caplak dapat membantu menyebarkan virus PMK.

Kondisi lingkungan yang tidak seimbang, seperti suhu yang tinggi, kelembaban yang tinggi, dan kekurangan nutrisi dapat memperburuk gejala penyakit PMK.

“Kami berharap PMK bisa dikendalikan dan berhenti.

Sementara sapi yang sudah terkena PMK segera sembuh,” kata Nurudin.

Baca juga: Kalender Februari 2025 Lengkap dengan Wuku, Weton Jawa dan Neptu Hari

Nurudin meminta para pengusaha maupun peternak sapi di Kabupaten Bangka Selatan untuk tetap waspada akan PMK.

Para peternak harus memperhatikan sanitasi kandang, pemberian antibiotik, vitamin hingga penyemprotan desinfektan terhadap kandang dan hewan ternak. 

“Jaga kesehatan, kebersihan lingkungan dan juga tetap menjaga kebutuhan nutrisi dari hewan-hewan ternak yang dipelihara di kandang masing-masing,” ujar Nurudin. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved