17 Ventilator RSUD Soekarno Babel Senilai Rp20 M Raib, Hidayat Arsani Copot Direktur dr Astrid

Pencopotan itu menyusul hilangnya 17 unit ventilator di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Editor: Alza
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
DIREKTUR DICOPOT - Komisi IV DPRD Bangka Belitung melakukan sidak ke RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Bangka Belitung, Kamis (21/11/2024). Direktur RSUD Soekarno dr Ira Ajeng Astrid dicopot menyusul hilangnya 17 ventilator di rumah sakit tersebut. 

Namun kata Agam, saat itu pihak rumah sakit beralasan 4 unit ventilator tersebut sedang diservis sehingga tidak ada di ruangan.

“Kami sudah menanyakan pada pihak rumah sakit, kata mereka ventilator diservis. Kalau diservis, kami tanyakan di mana lokasinya, tetapi mereka tidak bisa jawab,” ujar Agam, Kamis (24/4/2025).

Agam juga sangat menyayangkan adanya pernyataan dari pihak RSUD Ir Soekarno Babel, yang mengaku tidak mengetahui terkait hilangnya 4 unit ventilaor tersebut.

“Kami DPRD Bangka Belitung mendesak pihak RSUD Ir Soekarno Babel, agar terbuka kepada publik terkait masalah ini,” tegasnya. 

IMM Minta Diusut Tuntas

DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bangka Belitung (Babel) menyoroti hilangnya 4 unit ventilator di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno.

Ketua Umum DPD IMM Babel, Sarkawi menilai alat kesehatan seperti ventilator seharusnya tidak mudah hilang dari lingkungan rumah sakit.

“Jujur kami lagi-lagi kecewa dengan RSUD Ir. Soekarno ini, harusnya barang ini tidak mudah hilang, karena bukan barang kecil yang bisa dimasukkan ke dalam kantong. Kami malah mempertanyakan sebenarnya ada atau tidak manusia yang bekerja di sana,” ungkap Sarkawi, Kamis (24/4/2025).

Sarkawi juga menyesalkan pernyataan Direktur RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Babel, dr Ira Ajeng Astrid yang menyatakan tidak mengetahui keberadaan 4 unit ventilator yang raib tersebut.

“Harusnya satu saja alat itu hilang, sudah bisa diketahui siapa pelakunya. Apalagi hilangnya sampai 4 alat, artinya memang gak ada orangnya di sana,” tukasnya.

Oleh karena itu, Sarkawi meminta pihak berwenang mengusut kasus ini hingga tuntas.

Sarkawi juga menjadi khawatir hilangnya 4 unit ventilator ini nantinya akan berdampak pada optimalisasi pelayanan kesehatan di RSUD Ir.Soekarno.

Lanjut Sarkawi, DPD IMM Babel juga mendesak Gubernur dan DPRD menindak tegas terkait tata kelola manajemen RSUD secara keseluruhan, terkhusus manajemen SDM.

“Kami tidak mau tahu, alat itu dibeli dari uang kami, masyarakat Babel. Jadi kami minta pertanggungjawabannya dan kami mendesak Bapak Hidayat Arsani selaku Gubernur Babel segera melakukan perbaikan total manajemen rumah sakit ini,” sebut Sarkawi.

DPD IMM Babel, kata Sarkawi juga mendesak agar fungsi pengawasan DPRD, khususnya Komisi IV lebih diperketat agar kasus seperti ini tidak terulang.

“Karena bagi kami ini adalah kelalaian yang merugikan masyarakat Babel,” tegasnya.

(posbelitung.co)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved