Berita Bangka Belitung
Babel Urutan 3 Warga Terbanyak Terseret Online Scam dan Judol, Anak Muda Garda Terdepan Pencegahan
Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, terdapat total 7.628 kasus online scamming yang menimpa Warga Negera Indonesia (WNI).
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, terdapat total 7.628 kasus online scamming yang menimpa Warga Negera Indonesia (WNI).
Paling banyak ditemukan di Kamboja, Myanmar dan Filipina.
Adapun untuk Provinsi kepulauan Bangka Belitung, berdasarkan dari data Februari hingga Maret 2025, terdapat 78 orang yang sudah dipulangkan setelah terlibat sindikat online scamming dari Myanmar.
Jumlah dalam periode itu, membuat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat nomor 3 dalam jumlah warga terbanyak yang terseret online scamming dan judi online, di bawah Sumatera Utara dengan jumlah 200 orang dan Provinsi Jawa Barat sebanyak 100 orang.
Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam, Mohammad Koba, dalam Diskusi Publik Bahaya Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural di Sektor Judi Online dan Online Scam, di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/7/2025).
"Kasus banyak modelnya, tapi yang jelas peningkatannya banyak dan korbannya banyak. Jadi kita minta bantuan semua pihak, agar kerja di luar negeri yang aman itu seperti apa makanya digelar diskusi ini agar paham proseduralnya," jelasnya.
Mohammad Koba mengatakan, permasalahan judi online dan online scamming juga menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia untuk dapat dituntaskan secara komprehensif.
"Mulai dari pencegahan, perlindungan dan penegakan hukum harus dilakukan. Kami apresiasi Bangka Belitung gerak cepat bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, untuk memulangkan keluargan yang jadi korban," bebernya.
Generasi muda, lanjutnya, diharapkan menjadi garda terdepan dalam melakukan pencegahan terhadap maraknya korban judi online dan online scamming.
Hal ini menjadi target yang hendak dicapai dalam diskusi publik bahaya pekerja migran Indonesia non prosedural di sektor judi online dan online scam, yang digelar di Kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung.
"Kita ingin anak muda agar paham prosedural yang benar bagaimana agar tidak tertipu, sehingga bisa menjadi alert kepada teman-temannya dan lingkungannya," tegas Mohammad Koba,
Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah narasumber, Kepala Subdirektorat Kawasan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Rina Komaria; Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinsyah; dan perwakilan Polda Bangka Belitung.
Kepala Subdirektorat Kawasan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Rina Komarina, mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penawaran atau iming-iming kerja di luar negeri.
"Pastikan prosedur resmi dan legal, kenali modus sektor judi online dan scam online. Hati-hati terhadap tawaran pekerjaan dari saudara dan teman, lalu juga hati-hati bermedia sosial," tegas Rina.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
online scamming
judi online
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kemenko Polhukam
Mohammad Koba
Posbelitung.co
| Sulit Hindari Efek Berantai Kenaikan Harga Oli Mobil |
|
|---|
| Pemilik Toko Kaget Harga Oli Mobil di Pangkalpinang Melonjak |
|
|---|
| Selangkah Lagi Aisyah Saputri Anak Buruh Tani Bangka Selatan Kibarkan Merah Putih di Istana |
|
|---|
| 5 Debt Collector Ditangkap Polda Babel Setelah Tarik 247 Mobil Debitur |
|
|---|
| Perajin Kapal Kayu di Bangka Kota Cari Alternatif Untuk Bertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250710-Diskusi-Publik-di-Kantor-Gubernur-Bangka-Belitung.jpg)