Warga Belitung Korban TPPO
Perekrut Pekerja Ilegal ke Myanmar Incar Warga Bermasalah di Belitung
Kabupaten Belitung melakukan penelusuran sejumlah warga Baelitung menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan orang.
Ringkasan Berita:
- Korban Diiming-imingi Gaji Besar
- Polres Belitung Panggil Keluarga Korban TPPO
- Baru 6 Orang yang Diperoleh Identitasnya
POSBELITUNG.CO, TANJUNGPANDAN - Para perekrut pekerja ilegal untuk sindikat penipuan online dan judi online mengincar orang-orang bermasalah kuangan dan hukum. Mereka menawarkan gaji hingga belasan juta kepada warga.
"Saya sudah pernah ditawarkan. Sepertinya memang mencari orang-orang yang kena masalah ekonomi dan masalah hukum," kata Kun, seorang warga kepada Pos Belitung.
Meski sempat tergiur, ia memilih untuk tidak ikut berangkat. "Sebanrnya nggak sengaja ketemu orang yang menawarkan itu. Infoya yang menawarkan ke saya itu, juga tidak berkabar lagi di Myanmar," katanya.
Baca juga: Jejak Warga Belitung yang Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar, Video Call Terakhir untuk Sang Anak
Kabid Tenaga Kerja Dinas KUMPTK Kabupaten Belitung Erwan Junandi mengatakan dari penelusuran yang meralakukan, sejumlah warga Baelitung menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan orang.
Ia menyebut modus para perekrut adalah mengiming-ngimingi para korban pakai upah besar.
Tujuan awal pekerjaan, yaitu Malaysia, dengan iming-iming gaji yang didapat sebesar Rp12 juta perbulan. Namun terlebih dahulu korban ke Bogor untuk bertemu dengan korban lainnya.
Faktanya, bukan bekerja di Malaysia, korban malah dibawa ke Myanmar. Korban terakhir memberikan informasi kepada kakak kandunganya melalui sambungan telepon pada tanggal 22 Oktober 2025.
Informasi yang berikan oleh korban kepada kakaknya, bahwa telah terjadi penggerebekan terhadap pekerja ilegal. Hingga kini korban tidak bisa dihubungi.
"Kami setelah mendapatkan laporan tersebut, langsung bergerak. Kami langsung berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Mirgan Indonesia di Kanwil Palembang," kata Erwan.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani mengatakan peristiwa ini menjadi sorotan pihaknya. Ia menyebut dari 11 orang diketahui menjadi korban TPPO, baru enam orang diketahui identitasnya.
Mereka merupakan warga Kelurahan Tanjung Pendam, Kelurahan Kota dan Kelurahan Kampong Damai, Tanjungpandan, Belitung.
“Saat ini masih menggali informasi apakah ada korban-korban yang lain,” ucap Vina Cristyn Ferani
Polres Belitung Mulai Periksa Saksi Kasus Dugaan TPPO
Terkait hal ini, jajaran Satreskrim Polres Belitung mulai melakukan pemanggilan saksi terkait laporan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Saksi yang dimintai keterangan baru satu orang karena laporan yang diterima memang hanya satu orang berisinial EN.
Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan OPD terkait terutama yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
| Istri Korban TPPO di Belitung Merasa Cemas, Sudah 10 Hari Suami Tak Berkabar |
|
|---|
| Istri Korban TPPO Asal Belitung Mulai Khawatir 10 Hari Suami Tanpa Kabar di Myanmar |
|
|---|
| Perekrut Pekerja Ilegal untuk Sindikat Penipuan dan Judi Online Incar Warga Bermasalah di Belitung |
|
|---|
| Warga Belitung Korban TPPO Diduga Berada di Myanmar, DPRD Terus Gali Informasi |
|
|---|
| Warga Belitung Diduga Jadi Korban TPPO di Myanmar, Polres Belitung Minta Keterangan Saksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Keluarga-Warga-Belitung-yang-menjadi-korban-TPPO.jpg)