Berita Bangka Belitung

421.413 Orang di Bangka Belitung Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis  

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat di Bangka Belitung.

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Dede Suhendar
MAKAN BERGIZI GRATIS - Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG). Data BPS terbaru mencatat sebanyak 421.413 orang di Bangka Belitung telah menjadi penerima manfaat MBG, dengan kebutuhan mencapai 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif untuk mendukung distribusi makanan bergizi di seluruh wilayah provinsi. 

Ringkasan Berita:
  • Data terbaru menunjukkan sebanyak 421.413 orang di Bangka Belitung telah menjadi penerima manfaat MBG.
  • BPS mendukung pelaksanaan program MBG melalui penyediaan data dan hasil evaluasi berbasis bukti.

 

POSBELITUNG.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 17 November 2025, pemerintah menegaskan pentingnya tata kelola terintegrasi untuk memperkuat ekosistem pendukung program MBG mulai dari rantai pasok pangan hingga sistem data.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga mengatakan perpres ini juga memberikan arah, landasan, dan kepastian hukum bagi pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia, yang menjadi bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

"BPS mendukung pelaksanaan program MBG melalui penyediaan data dan hasil evaluasi berbasis bukti. 

Data inilah yang menjadi pijakan kebijakan agar program nasional ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Toto Haryanto Silitonga, Jumat (28/11/2025).

BPS bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah melaksanakan survei khusus dan survei baseline untuk mendukung program ini. 

Survei khusus bertujuan mengukur dampak program terhadap penerima manfaat melalui SPPG, supplier SPPG, sekolah, dan rumah tangga. 

"Sementara survei baseline bertujuan mengukur manfaat program dari berbagai sisi yakni gizi, pendidikan, kesehatan, sosial-ekonomi hingga dampaknya terhadap perilaku konsumsi rumah tangga," katanya.

Survei khusus dan survei baseline dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap I telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2025 dan tahap II juga telah dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober-14 November 2025 untuk survei baseline.

Sedangkan tanggal 1-14 November 2025 untuk survei khusus. 

"Kedua survei ini digunakan untuk menilai sejauh mana program memberikan dampak terhadap status gizi penerima manfaat, kondisi sosial-ekonomi rumah tangga, dan dinamika rantai pasok pangan lokal," katanya.

Pelaksanaan survei baseline melibatkan lebih dari 81.000 rumah tangga di 38 provinsi, termasuk 2.020 rumah tangga sampel di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pendataan dilakukan dengan menggunakan aplikasi FASIH dengan metode ComputerAssisted Personal Interviewing (CAPI), untuk menjamin kecepatan dan akurasi data.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved