Isu Pemangkasan PPPK di Beltim

Heboh Nakes di Beltim Dihantui Kehilangan Status PPPK

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resah setelah beredar simulasi pemangkasan tenaga PPPK.

Tayang:
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis isu pemangkasan PPPK Beltim. 

Ria tak pernah membayangkan, setelah belasan tahun mengabdi, status ASN yang baru ia pegang setahun itu harus lepas begitu saja.

“Tidak terpikir oleh saya kalau suatu saat harus jadi mantan ASN karena kontrak tidak diperpanjang. Rasanya agak sakit sih,” ujarnya.

Kecemasan itu semakin bertambah lantaran kondisi orang tuanya saat ini dalam kondisi sakit dan sulit beraktivitas.

“Ada anak dua, dan orang tua juga sakit stroke. Otomatis saya yang harus peduli dan membiayai semuanya. Kalau seandainya kontrak ini terputus, saya tidak tahu harus bagaimana lagi,” ucapnya.

Penjelasan Kadinkes Beltim

Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Dianita Fitriani tak menampik kabar pemangkasan PPPK yang di antaranya adalah tenaga kesehatan.

Namun dia meyakini pemerintah kabupaten tidak akan berpangku tangan atas nasib para tenaga kesehatan tersebut.

“Sekarang kita jalankan dulu yang ada. Pemerintah daerah juga tidak mungkin diam dan pasti sedang memikirkan upayaupaya yang akan dilakukan ke depan untuk mengatasi masalah ini,” kata Dianita, Selasa (28/4/2026).

Dia menjelaskan saat ini terdapat 372 PPPK tenaga kesehatan yang bertugas di bawah naungan Dinkes.

Jumlah tersebut merupakan mereka yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan se-Kabupaten Belitung Timur

“Total personel PPPK di sektor kesehatan kita ada 372 orang. Jumlah ini mencakup tenaga kesehatan medis, tenaga administrasi, hingga tenaga pendukung lainnya,” ujar Dianita.

Adapun dari total 372 orang, sebanyak 157 orang di antaranya merupakan pegawai yang masa kontraknya akan berakhir pada bulan Juli 2026 ini. 

Artinya dalam hitungan bulan, sekitar 42 persen dari PPPK nakes di Belitung Timur bisa saja kosong jika tidak ada solusi konkret dari pemerintah daerah.

Dianita mengatakan keberadaan 372 PPPK ini memegang peranan vital dalam sistem kesehatan daerah.

Secara rasio, jumlah mereka mencakup sekitar 30 persen dari seluruh nakes yang ada di Belitung Timur.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved