Berita Bangka

Wabah Malaria Menyerang Warga Pesisir Belinyu

Masyarakat pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka sedang dihantui wabah malaria.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Adi Saputra
WABAH MALARIA - Permukiman warga di pesisir Pantai Batu Atap dan Pantai Bubus, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Warga setempat kini sedang dihantui wabah malaria. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bangka, Anggia Murni, mengatakan seluruh rumah warga diperiksa untuk memastikan penyebaran penyakit dapat segera dikendalikan.

“Survei darah massal atau screening malaria dilakukan secara door to door. Semua rumah kami datangi dan diperiksa satu per satu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan screening siklus kedua di Dusun Bubus, tim berhasil memeriksa 99 warga. Hasilnya, delapan orang dinyatakan positif malaria dan langsung mendapatkan pengobatan, sementara 91 warga lainnya negatif.

“Warga yang positif langsung diberikan obat pada hari yang sama,” kata Anggia.

Meski demikian, pemeriksaan belum mencakup seluruh warga. Sebagian besar kepala keluarga masih berada di lokasi tambang saat tim kesehatan melakukan pemeriksaan.

“Belum semuanya diperiksa karena banyak yang masih bekerja. Kami akan kembali lagi dan sudah berkoordinasi dengan ketua RT setempat,” ujarnya.

Pemeriksaan juga akan diperluas ke kawasan Pantai Bubus yang menjadi salah satu titik dengan jumlah kasus cukup tinggi.

Menurut Anggia, peningkatan kasus tidak hanya terdeteksi melalui screening massal.

Sejumlah warga yang sebelumnya dinyatakan negatif melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) kemudian mengalami gejala beberapa hari setelah pemeriksaan dan berobat ke puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Berdasarkan data Dinkes Bangka, jumlah kasus positif malaria hingga awal Juni telah mencapai 92 orang. Setelah ditambah hasil temuan terbaru di lapangan, total kasus mendekati 100 orang.

“Kasus tersebar di beberapa wilayah kerja puskesmas, mulai dari Pemali hingga Riau Silip. Namun yang paling banyak masih terkonsentrasi di Kecamatan Belinyu, khususnya Batu Atap dan Dusun Bubus,” jelasnya.

Menolak Diperiksa

Di tengah upaya penanganan, pemerintah menghadapi kendala karena sebagian penambang enggan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengatakan sejumlah penambang menolak diperiksa karena khawatir aktivitas kerja mereka terganggu.

“Kendala kami, mereka tidak mau diperiksa. Mereka tidak ingin aktivitasnya dihentikan, sementara sebagian baru pulang bekerja pada malam hari sehingga menyulitkan pemantauan,” katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved