Sekolah Libur, MBG Tetap Dibagikan: Ada Opsi Antar ke Rumah, DPR Ingatkan Jangan Cuma Kejar Anggaran

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap didistribusikan kepada para siswa meskipun di masa libur sekolah.

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Posbelitung.co/Yunita Karisma Putri
MENYANTAP MBG - Siswa-siswi SD Negeri 15 Manggar, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyantap menu Makanan Bergizi Gratis pada Jumat (26/9/2025). 

“Program MBG untuk 3B, Bumil (ibu hamil), Busui (ibu menyusui), dan Balita tidak libur. Sedangkan untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah, ya kita kasih, kalau tidak mau, ya tidak kita kasih,” kata Nanik.

DPR Ingatkan: Jangan Sekadar Habis-habiskan Anggaran

Di tengah rencana pelaksanaan MBG saat libur sekolah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengingatkan agar program ini tidak dipaksakan hanya demi mengejar serapan anggaran akhir tahun.

“Kita perlu jujur: jangan sampai program ini dipaksakan hanya demi menghabiskan anggaran di akhir tahun. Kegiatan publik seperti ini harus berorientasi pada manfaat nyata, bukan pada serapan belanja,” kata Charles saat dihubungi, Senin (22/12/2025).

Politikus PDI Perjuangan itu juga mempertanyakan efektivitas MBG saat siswa tidak menjalani kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, distribusi makanan selama libur berpotensi melenceng dari tujuan awal program.

Charles bahkan menyoroti potensi penggunaan makanan kemasan dan ultra processed food (UPF) dalam paket MBG libur sekolah.

“Distribusi makanan kering di masa libur, yang menurut laporan lapangan banyak berisi produk kemasan dan ultra processed food (UPF), berisiko melenceng dari tujuan awal program ini, yakni memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia,” kata Charles.

Ia menilai, saat libur sekolah, orangtua umumnya mampu mengatur asupan gizi anak dengan lebih baik.

“Saya percaya, para orang tua akan berupaya memberikan makanan bergizi terbaik bagi anak-anak mereka di rumah, terutama saat libur di mana ada waktu lebih banyak untuk memasak. Maka, bila yang disalurkan adalah makanan olahan yang rendah kandungan gizi, efektivitas program ini patut dipertanyakan,” ucap Charles. (Sumber : Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved