Prakiraan Cuaca

Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Prediksi Puncaknya Agustus

BMKG dan BRIN memprediksi akan terjadi kemarau panjang, datang lebih awal April hingga Oktober.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Istimewa/Dok. BPBD Belitung
KEMARAU - Petugas BPBD Belitung membagikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau beberapa waktu lalu. BMKG dan BRIN memprediksi tahun 2026 akan terjadi kemarau panjang, datang lebih awal April hingga Oktober. 

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 % wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 % ) dan September (14,3 % ).

Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

Memasuki bulan Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau semakin meluas secara signifikan.

Kondisi kering ini akan mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Pulau Papua.

Pada periode September, puncak musim kemarau masih dialami di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar NTT.

Selain itu, puncaknya juga akan dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.

Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5 % ) dan Normal di 245 ZOM (35,1 % ).

Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4 % ) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 % wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” tambah Faisal.

BMKG Ungkap Tanda-tanda Kemarau Mulai Muncul

Melansir Kompas.tv, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap perubahan pola cuaca di Indonesia mulai terlihat pada awal April 2026. 

Meski sebagian besar wilayah masih didominasi hujan, sejumlah daerah mulai menunjukkan penurunan curah hujan yang menjadi sinyal awal peralihan menuju musim kemarau.

Dalam prakiraan curah hujan kumulatif dasarian I April 2026 atau periode 1-10 April, BMKG mencatat mayoritas wilayah Indonesia masih berada pada kategori hujan menengah. 

Secara nasional, komposisinya mencapai 81,62 persen wilayah, menjadikannya kategori yang paling dominan.

Sementara itu, wilayah dengan curah hujan rendah masih muncul dengan porsi 17,71 persen. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved