Prakiraan Cuaca
Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG Prediksi Puncaknya Agustus
BMKG dan BRIN memprediksi akan terjadi kemarau panjang, datang lebih awal April hingga Oktober.
Ringkasan Berita:
BANGKAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal mulai Maret atau April.
Musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering (Bawah Normal) di 64,5 persen wilayah.
BMKG memperkirakan puncak kemarau tahun ini terjadi pada bulan Agustus.
Meskipun kering, masa peralihan masih berpotensi hujan lebat/ekstrem lokal, berbeda dengan 2025 yang "basah".
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) jauh-jauh hari juga sudah memperkirakan kemarau panjang kemungkinan terjadi di Indonesia, bahkan sejak April hingga Oktober 2026.
Kepala BMKG Pusat, Teuku Faisal Fathani menjelaskan kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
Hasil pemantauan BMKG, anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.
Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 % mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3/2026), dilansir dari laman resmi bmkg.go.id.
Lebih lanjut, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.
BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 % wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci bahwa 184 ZOM (26,3 % ) menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM (23,3 % ) pada Juni 2026.
Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menegaskan bahwa awal kemarau di 325 ZOM (46,5 % ) diprediksi MAJU atau terjadi lebih cepat dari biasanya, SAMA 173 ZOM (24,7 % ), dan MUNDUR 72 ZOM (10,3 % ).
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” kata Ardhasena.
| Prakiraan Cuaca di Belitung dan Belitung Timur Hari Ini 6 Maret 2026, Berawan hingga Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuara Bangka Belitung Hari Ini 3 Maret 2026: Berawan hingga Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG Sepekan ke Depan, Daftar Daerah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat |
|
|---|
| Ekstrem ! Besok Bangka Belitung Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, Kilat dan Petir |
|
|---|
| Cuaca Besok di 33 Kota Indonesia, Pangkalpinang Pagi Cerah Berawan Siang Hujan Petir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Petugas-BPBD-Belitung-membagikan-air-bersih-kepada-masyarakat-yang-terdampak-musim-kemarau.jpg)