Pilpres 2024
Cerita Wanita Cantik Petugas KPPS, Pose Dua Jari Rela Dipecat Demi Dukung Prabowo Subianto
Senjaga posting poses dua jari, seorang wanita petugas KPPS relas dipecat KPU karena mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden
POSBELITUNG.CO, - Panitia penyelanggara pemilu dari KPU, Bawaslu hingga ke tingkat petugas KPPS diminta untuk tetap netral dalam melaksanakan tugasnya.
Bila kedapatan tidak netral, mendukung salah satu calon maka konsekuensinya harus diberhentikan dari tugasnya.
Kejadian ini dialami oleh Helmi Herawati seorang petugas KPPS asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Ia dipecat karena memposting foto sambil berposes menunjukkan dua jari.
Diketahui pose dua jari merupakan simbol dukungan kepada calon presiden nomor urut 2 yakni Prabowo Subianto.
Rupanya poses tersebut sengaja dibuat oleh Helmi. Dan ia mengaku tak menyesal atas pemberhentiannya sebagai petugas KPPS.
Ia sendiri mengaku sudah lama senang dengan sosok Prabowo Subianto. Karenanya ia rela dipecat dari KPPS karena dukungannya.
Hal ini diceritakannya saat bertemu dengan kader Gerindra, Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Ia menceritakan mulanya hanya iseng membuat video dengan mengacungkan dua jari dan menyebut nama Prabowo.
"Itu refleks aja karena memang senang sama Pak Prabowo. Setelah bikin video terus diupload ke Instagram dan Facebook. Bikin videonya sebelum acara Bimtek," kata perempuan asal Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran itu.
Setelah viral, Helmi pun dipanggil oleh pihak KPU. Saat pemanggilan ia menegaskan tak ada unsur paksaan atau disuruh pihak tertentu.
"Saya jelaskan itu murni inisiatif saya sendiri. Kalaupun harus dipecat gak apa-apa karena memang kesalahan sendiri," ucapnya.
Helmi mengaku awalnya biasa saja, namun kesedihan justru muncul saat orang tuanya banyak mendapatkan omongan miring baik secara langsung maupun melalui media sosial.
"Orang tua kasihan ke saya karena banyak yang julid. Tapi sekarang sudah gak sedih karena bisa ketemu Kang Dedi, soalnya saya sama keluarga senang sama Kang Dedi," katanya.
Sementara itu Dedi Mulyadi menanggapi keputusan KPU sudah tepat. Sebab sebagai penyelenggara pemilu seharusnya siapapun harus netral. Namun ia meminta hal tersebut berlaku pada semua pihak tanpa tebang pilih.
| Hari Ini Sidang Putusan Gugatan PDIP Soal Pencalonan Gibran, Yusril Sebut Tak Pengaruhi Pelantikan |
|
|---|
| 3 Wilayah Bangka Belitung Ini Masuk Locus Pilpres 2024, KPU Babel Lengkapi Kronologi |
|
|---|
| Hasil Rekapitulasi Pilpres 2024 di Belitung Timur, Perolehan Suara Prabowo Ungguli Anies dan Ganjar |
|
|---|
| UPDATE Hasil Real Count KPU RI Pilpres 2024 Prabowo Masih Ungguli Anies Ganjar, Simak Perolehannya |
|
|---|
| Ganjar Mau Bawa Kecurangan Pilpres 2024 ke DPR, Nasdem Mau Gabung, Yusril: Kewenangannya Ada di MK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Petugas-KPPS-Dipecat.jpg)