Wawancara Khusus

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2024 Bandara H AS Hanandjoeddin Belitung Tekankan 3 Kesiapan

Menjelang Lebaran 2024, ajaran Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan Belitung beserta stakeholder kebandaraan membuka Posko Angkutan Llebaran 2024.

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
EGM Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, Khaerul Assidiqi (kiri), hadir dalam program diskusi Ruang Kita Pos Belitung, Kamis (4/4/2024). 

J: Kalau prognosa kami, puncak arus mudik terjadi tanggal 5 April 2024, karena pertimbangan hostorical dan mulainya cuti bersama. Jadi kemungkinan para pemudik mulai pulang. Kalau arus balik diprediksi jatuh pada H+4 atau tanggal 15 April 2024.

T: Sampai sekarang berapa jumlah penerbangan yang bergerak di Bandara H AS Hanandjoeddin?

J: Kalau berdasarkan PPRP sampai sekarang ada 14 flight dengan tujuan Bangka dan Jakarta. Maskapai ada Sriwijaya Air, Lion Air dan Citilink. Sebenarnya mulai tanggal 1 sampai 22 April 2024, maskapai Lion Air sudah mengajukan extra flight.

T: Bagaimana kondisi load factor atau tingkat keterisian pesawat?

J: Terkait tingkat keterisian masih fluktuatif. Tapi sekarang ini yang full itu justru dari Belitung, makanya banyak komentar susah nyari tiket. Sedangkan ke Belitungnya cenderung masih tersedia. Tapi ini akan terus bergerak seiring mendekati perayaan Lebaran.

T: Apa saja fasilitas yang disiapkan bandara menghadapi arus mudik Lebaran?

J: Memang dalam periode Angkutan Lebaran 2024 ini kami menekankan tiga kesiapan, yaitu kesiapan operasional, kesiapan service exellent dan kesiapan situasi kontigensi. Jadi semuanya sudah dibahas dan seluruh stakeholder bandara yang terlibat dalam posko ini harus menjaga komitmen itu.

T: Bandara H AS Hanandjoeddin ini punya program inovasi CUSS yang tidak ada di bandara lain. Bisa dijelaskan?

J: Program ini awalnya berangkat dari tingkat psikologis stres penumpang ketika di bandara. Stres pertama, ketika mereka belum check in dan kedua, harus melewati screening point.
Sehingga susah untuk duduk santai di area food court TJQ Berage yang kami sediakan di luar bandara.

Karena ketika check in di dalam dan selesai, mereka enggan untuk keluar lagi. Jadi kami tawarkan solusi, bagaimana jika proses check in bisa dilakukan di area food court sembari penumpang menikmati makanan.

Apalagi di area TJQ Berage juga kami pasang pengeras suara sama dengan di ruang tunggu terminal.

Jadi program Check in Umum Sambil Santai (CUSS) ini sebenarnya lebih kepada pemahaman psikologis penumpang di Bandara H AS Hanandjoeddin yang kapasitasnya terbatas.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved