Kasus Vina Cirebon
Aep Diduga Balas Dendam Usai Tempatnya Bekerja Digerebek Hadi dan Eko, Terpidana Vina Cirebon
Kesaksian lain juga disampaikan Fery, warga yang kerap mencuci motor di tempat Aep bekerja.
Pasalnya, Aep muncul ke hadapan publik, dan wara-wiri diwawancara media tanpa pendampingan pihak berwajib.
Melansir kanal YouTube KompasTV, Reza Indragiri pun mengaku terkejut dengan fenomena munculnya sosok Aep.
"Satu pekan ini memang ada dua hal yang mengejutkan atau bisa disebut juga menggembirakan saya, pertama yang DPO 8 tahun tak tahu rimbanya ditangkap," ungkap Reza.
Dia berkaca pada hasil riset yang dilakukan psikologi forensik, ada keterbatasan daya ingat manusia, apalagi untuk peristiwa yang sudah lama.
"Hasil riset psikologi forensik menyumpulkan bahwa pengakuan, keterangan saksi atau sejenisnya yang mengandalkan daya ingat manusia justru potensial jadi faktor yang merusak pengungkapan fakta," kata Reza di program Kompas Malam, Minggu (26/5/2024).
Alumni Universitas Melbourne itu menyarankan agar penegakan hukum pada kasus kriminal, mengedepankan bukti scientific.
"Seharusnya kita semua saat ini berfokus pada pengujian alat-alat bukti yang lain," imbuhnya.
Dia mencontohkan hasil visum dan autopsi yang tidak terbantahkan validitasnya. Itu lebih baik dibandingkan daya ingat manusia.
Itu sangat jarang diperbincangkan saat ini. "Apa sesungguhnya trauma yang dialami Eki dan Vina?" ungkapnya.
"Trauma apa yang diinformasikan pada hasil autopsi dan yang ada di dalam tuntutan jaksa? Harusnya tidak ada perbedaan'.
"Lalu silakan kita buka, apakah datanya sama atau justru berbeda terkait trauma yang ada di tubuh korban," papar Reza.
Adapun dalam tuntutan jaksa, disebutkan Eki mengalami luka tusuk di bagian dada.
Sedangkan Vina mendapatkan luka tusuk, dan juga sperma di kemaluan yang menjadi indikasi korban rudapaksa.
Keterangan Aep
Seorang saksi melihat Vina Cirebon dan pacarnya, Eki melintas di jalan tak jauh dari SMP 11 Kalitanjung, Cirebon, Sabtu (27/8/2016) malam.
Waktu itu sekitar pukul 22.30 WIB, suasana relatih sudah sepi.
Warga Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon malam itu banyak beristirahat di rumah.
Namun, Aep (30) masih menghabiskan malamnya di sebuah tempat cuci steam mobil.
Warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi ini, pada tahun 2016 bekerja di tempat tersebut.
Dia melihat detik-detik Vina dan Eki berboncengan motor melintas di depan warung tempat sejumlah remaja nongkrong.
Eki menggunakan jaket berlambang XTC, sebuah geng motor dari Bandung.
Saat itulah, kata Aep, sejumlah remaja melempar Vina dan Eki menggunakan batu.
Lalu, terjadilah kejar-kejaran antara remaja tersebut dengan motor yang dikendarai Eki.
Menurut Aep, ada delapan orang yang mengendarai empat motor mengejar Vina dan Eki.
Lantaran sebagai saksi kunci itulah, Aep kembali dimintai keterangan oleh polisi, setelah sebelumnya 2016 dipanggil polisi.
"Polisi menanyakan apakah kenal dengan DPO yang ketangkap," kata Aep kepada wartawan dikutip dari TVOne, Kamis (23/5/2024).
Aep sudah dipanggil ke Kantor Desa Karang Asih dan Polsek Cikarang Utara untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Polisi menanyakan wajah pelaku Pegi Setiawan, apakah Aep mengenalnya.
Aep mengenal Pegi karena sering nongkrong di warung depan tempat steam mobil dirinya bekerja.
Dia juga mengenal ciri-ciri motor pelaku yakni Suzuki Smash warna pink.
(Posbelitung.co/tribunbogor.com/tribunnews.com/tribujambi.com)
| Inilah Alasan Hakim MA Tolak PK 7 Terpidana Vina Cirebon, Terkuak di Sidang Eko Cs Ngaku Disiksa |
|
|---|
| PK 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Ditolak MA, Rivaldi Cs Tetap Dipenjara Seumur Hidup |
|
|---|
| Kapolsek Iptu Rudiana, Aep, dan Pak RT Pasren Terkait Kesaksian Palsu Kasus Vina Cirebon |
|
|---|
| Menanti Nasib Terpidana Kasus Vina Cirebon, Berkas PK Sudah di Mahkamah Agung |
|
|---|
| Detik-detik Video Iptu Rudiana Ancam Tembak Eko Terpidana Vina Cirebon Beredar di Medsos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240530_kuli-pegi.jpg)