Kasus Vina Cirebon

Aep Diduga Balas Dendam Usai Tempatnya Bekerja Digerebek Hadi dan Eko, Terpidana Vina Cirebon

Kesaksian lain juga disampaikan Fery, warga yang kerap mencuci motor di tempat Aep bekerja.

Editor: Alza
Kolase Tribun Medan
Para kuli bangunan siap membela Pegi Setiawan atas tuduhan pembunuhan Vina Cirebon dan Eki. 

Menurutnya, keempat terpidana yang ia kenal itu bukan geng motor.

"Itu kuli bangunan, kalau ada yang ngajak kerja," jelas dia.

Dirinya pun membenarkan kalau mereka berempat itu memang sering nongkrong di dekat TKP.

"Kalau sering nongkrong iya, kumpul di sini gitaran, godain cewek, euy kiw kiw, biasa lah anak muda," tuturnya.

Samsuri mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, Eko dan Hadi mengajaknya untuk menggerebek tempat cucian motor.

Saat itu Eko dan Hadi mengatakan kalau di dalam tempat cucian mobil itu ada perempuan.

Diduga teman Aep sering membawa wanita menginap hingga akhirnya dicurigai oleh warga sekitar.

Akhirnya Eko dan Hadi ditemani Samsuri dan beberapa orang serta ketua RT, melakukan penggerebekan.

"Yang ikut gerebek, Eko, saya, adik ipar saya 2, Hadi, sama Pak RT, 6 orang dulu," kata dia.

Awalnya menurut Samsuri, orang di dalam tempat cucian itu tak mengakui adanya wanita.

Namun saat digeledah ternyata ada dua wanita sembunyi di dalam kamar mandi.

"Barulah emosi ada yang lempar kursi, akhirnya panggil Pak RW," kata dia.

Diduga karena kesal pernah digerebek itulah, Aep membeberkan soal rombongan yang sering nongkrong di depan pencucian motor.

Diragukan

Kemunculan Aep sempat mencuri perhatian publik karena dianggap bakal membuat kasus tewasnya Vina dan Eky menjadi terang.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved