Kasus Vina Cirebon

Aep Diduga Balas Dendam Usai Tempatnya Bekerja Digerebek Hadi dan Eko, Terpidana Vina Cirebon

Kesaksian lain juga disampaikan Fery, warga yang kerap mencuci motor di tempat Aep bekerja.

Editor: Alza
Kolase Tribun Medan
Para kuli bangunan siap membela Pegi Setiawan atas tuduhan pembunuhan Vina Cirebon dan Eki. 

POSBELITUNG.CO - Paman Pegi Setiawan (27), Sandi Ibnu Zalil menangis terisak-isak mengenang nasib keponakannya.

Menurutnya, kesaksian Aep palsu yang menyebabkan Pegi menjadi korban.

Sandi mengatakan Aep melakukan bohong dan fitnah.

"Aep itu bohong, fitnah itu," kata Sandi dikutip dari Kompas TV, Jumat (31/5/2024). 

Menurutnya Pegi tidak ikut-ikutan geng motor.

Sejak kecil Pegi sudah menjadi kuli bangunan, untuk membiayai hidupnya.

Kesaksian lain juga disampaikan Fery, warga yang kerap mencuci motor di tempat Aep bekerja.

Menurut Fery, jarak dari posisi Aep berdiri ke tempat Vina Cirebon dan Eki melintas menggunakan motor cukup jauh.

"Darimana dia (Aep) bisa melihat Pegi dan temannya melempari korban," kata Fery.

Warga lain bernama Samsuri mengatakan, tujuh terpidana memang sering nongkrong di dekat TKP.

Lokasi mereka nongkrong itu memang tidak jauh dari cucian mobil tempat Aep bekerja.

Namun ia mengatakan kalau di depan tempat Aep bekerja itu tidak ada warung.

"Warung ada di perapatan MAN, (warung) Madura itu, kalau di perempatan paling Pak Rewe jam 19.00 20.00 WIB malam sudah tutup," kata Samsuri dukutip dari Kompas TV, Kamis (30/5/2024).

"Bukannya gak buka sampai malem, tapi gak ada (warung)," ungkapnya.

Samsuri mengaku kenal dengan beberapa terpidana, yakni Hadi, Eko, Saka dan Dirman.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved