Berita Belitung Timur
Perdamaian Bayu Priyambodo dan Fahrudiansyah Tak Terwujud
Rabu, (6/11), Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP Ryo Guntur Triatmoko mengumumkan status tersangka Bayu Priyambodo.
Upaya untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan sempat diusulkan dengan menawarkan kompensasi. Namun nilai permintaan tersebut dianggap tidak rasional.
Dengan situasi yang kian pelik, Gugun menyatakan bahwa Bayu siap melanjutkan proses hukum. Pihaknya optimis bahwa bukti-bukti yang dimiliki dapat membantah tuduhan yang ada dan akan terus berjuang untuk memastikan keadilan bagi kliennya.
“Kami juga akan men-challenge (menantang) apa yang menjadi alat bukti surat dalam hal ini visum, kenapa penyidik Polres Belitung Timur menetapkan pasal 351. Kami meyakini pasal 351, orang tersebut tidak bisa melakukan aktivitas, namun kami mempunyai bukti materil dan bukti kuat bahwa yang bersangkutan sangat bisa melakukan aktivitas setelah kejadian tersebut.,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gugun menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan saksi-saksi dan bukti yang akan diserahkan pada proses penyidikan lanjutan.
Dengan adanya bukti-bukti ini, pihak Bayu optimis untuk melawan tuduhan tersebut di pengadilan.
Jika diperlukan, mereka juga mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum balik terhadap pelapor.
Diberitakan sebelumnya, Bayu Priyambodo, diduga melakukan pemukulan terhadap Anggota Satpol PP Belitung Timur pada Selasa (17/9).
Peristiwa itu terjadi di Kantor DPRD Belitung Timur saat akan melakukan Rapat Paripurna tentang Perubahan APBD 2024 dan disaksikan oleh banyak orang.
Korban merupakan Kasubbag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Beltim bernama Fahrudiansyah alias Baba.
Baba mengatakan pemukulan itu berawal saat dia dan beberapa temannya sedang ngobrol di ruang tunggu lantai dua. Lalu saat oknum kepala dinas ini datang, Baba sedang merokok.
Baba bilang oknum kepala dinas ini menyalami temannya dulu yang duduk bersampingan. Lalu karena dia sedang merokok, dia berusaha menaruh rokoknya dulu di asbak sambil memberikan gesture mengangkat tangan sambil menunduk.
"Saya mengerti meski dia bukan atasan saya langsung, tapi pangkatnya lebih tinggi jadi saya mau menaruh rokoknya dulu dan berdiri menyalami dia. Tapi pas saya menunduk dia langsung menampar pipi kanan saya sambil mengucapkan, 'setan! Sombong lo'," kata Baba.
Belum sampai di situ, Baba mengaku oknum kepala dinas ini melempar air mineral gelas ke arah dia duduk bersama teman-temannya setelah pemukulan tersebut. Menerima perlakuan seperti itu, Baba saat itu hanya diam saja dan terus melanjutkan menghadiri rapat paripurna hingga selesai sebagai perwakilan dari institusinya.
"Setelah selesai acara, saya menghadap atasan saya serta kepada ketua saya, yaitu Ketua KNPI Belitung Timur. Setelah berkonsultasi saya langsung ke Polsek Manggar untuk melaporkan kejadian ini. Langsung setelah itu saya melakukan visum ke Puskesmas Manggar" kata Wakil Ketua KNPI Beltim Bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana ini.
Membantah
| PPPK Satpol PP-Damkar Beltim Diperpanjang, PTI Dibentuk Awasi Kinerja Internal |
|
|---|
| Alumni IKPB Yogyakarta di Belitong Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi |
|
|---|
| Kisah Vallerie, Kaget Lihat Pengumuman Namanya Lulus Seleksi Rapor SMA Unggul Garuda Baru |
|
|---|
| Bupati Beltim Kukuhkan PTI Satpol PP, Perkuat Pengawasan Internal |
|
|---|
| Bupati Beltim Pastikan Perpanjang PPPK Satpol PP-Damkar, Minta Patroli Tanpa Tebang Pilih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Bayu-Priyambodo-saat-jumpa-pers.jpg)