Berita Bangka Belitung

Pemkot Pangkalpinang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Gandeng BPKM Sumsel

Pemkot Pangkalpinang berupaya membuka peluang kerja di luar negeri, selain terus mendorong sektor informal.

Editor: Kamri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti. 

POSBELITUNG.COPemkot Pangkalpinang berupaya membuka peluang kerja di luar negeri, selain terus mendorong sektor informal.

Menyikapi hal itu, Pemkot Pangkalpinang sedang menjalin kerja sama dengan Badan Penempatan Kerja Migran Provinsi Sumatera Selatan.

"Peluang kerja di luar negeri cukup besar.

Kami ingin membuka peluang ini agar tenaga kerja kita tidak hanya bekerja di dalam negeri tetapi juga bisa berkontribusi di luar negeri," ungkap Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, Jumat (10/1/2025).

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus 2024 mencapai 4,63 persen, naik 0,07 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari enam kabupaten atau kota, Pangkalpinang mencatat kenaikan TPT tertinggi.

Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,12 persen dan 0,26 persen.

Dengan langkah strategis yang tengah disiapkan, Amrah berharap tingkat pengangguran di Pangkalpinang dapat ditekan dalam waktu dekat. 

"Kami optimis melalui pelatihan, pengembangan sektor informal, dan peluang kerja luar negeri, angka pengangguran ini bisa segera menurun," kata Amrah.

Baca juga: Sosok Pertama yang Melihat Bunga Udumbara Mekar di Mapolda Babel, Mekar Berapa Tahun Sekali?

Angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuai sorotan.

Angka tingkat pengangguran di Pangkalpinang pada Agustus 2024 mencapai angka 5,98 persen.

Atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sorotan Pemerintah Kota Pangkalpinang, mengingat angka tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Amrah Sakti mengatakan kenaikan tingkat pengangguran terbuka ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan, khususnya di sektor pertimahan.

"Hingga hari ini, kami mencatat hampir 550 kasus PHK yang dilaporkan dari sejumlah perusahaan di Kota Pangkalpinang.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved