Berita Bangka Belitung

DPKP Bangka Belitung Distribusikan 14 Ribu Dosis Vaksin, Cegah Hewan Ternak Terjangkit Virus PMK

DPKP Babel juga mendistribusikan 14 ribu dosis vaksin PMK ke wilayah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Novita
Bangka Pos/Sela Agustika
Ilustrasi sapi di peternakan di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPKP Babel) memastikan telah menindaklanjuti puluhan sapi yang terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Yakni treatment atau tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Sementara bagi sapi-sapi yang sehat disuntik vaksin.

DPKP Babel juga mendistribusikan 14 ribu dosis vaksin PMK ke wilayah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diketahui, berdasarkan data DPKP Babel, per Januari 2025 terdapat 96 ekor sapi terjangkit virus PMK.

Sapi yang terjangkit virus PMK paling banyak ditemukan tersebar di Kota Pangkalpinang

Kepala DPKP Babel, Edi Romdoni, mengungkapkan, sapi yang terjangkit virus PMK di Kota Pangkalpinang tercatat paling banyak, karena daerah ini merupakan lalu lintas ternak sapi yang tinggi dari luar daerah.

"Untuk kasus PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD) ini lebih fokus di Kota Pangkalpinang, kemudian ternak sapi itu didistribusikan kemana di kabupaten mana maka itu akan terjadi ke sana," jelas Edi, Selasa (21/1/2025).

Pihaknya telah melakukan serangkaian upaya, seperti melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang tidak terdampak.

"Kalau untuk yang sudah terkena, dilakukan treatment atau tindakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), diobati, karena ini virus dan yang sehatnya dicegah dengan vaksin," imbuhnya. 

Selain itu, DPKP Babel diketahui juga telah mendistribusikan 14 ribu dosis vaksin PMK yang pelaksanaannya akan dilakukan petugas di kabupaten/kota.

"Pangkalpinang sudah divaksin 500 ekor, Belitung 500 ekor, Belitung Timur 200, Bangka 700, Bangka Selatan dan Bangka Barat 300, Bangka Tengah 1.500 ekor, totalnya 4.000 ekor. Ini upaya yang kita lakukan di provinsi, vaksin ini di-droping dari pusat," bebernya. 

Edi juga menegaskan perlunya kolaborasi seluruh pihak dalam mengatasi penyebaran kasus PMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

"Beberapa tahun kemarin juga pernah terjadi, berbekal pengalaman tentunya kita juga suda lebih siap. Apalagi waktu PMK terdahulu kita masuk kategori penanganan baik, tentunya perlu kekompakan Kabupaten Kota untuk mengatasi ini," tuturnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved