Berita Bangka Belitung

Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung Triwulan VI 2024 Terendah di Sumatera 

Tren melambatnya ekonomi Bangka Belitung ini perlu diwaspadai dan perlu didorong dengan kebijakan yang tepat.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Sela Agustika
BPS BANGKA BELITUNG - Kepala BPS Bangka Belitung, Toto Haryanto menyampaikan hasil rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di aula BPD Bangka Belitung, Rabu (5/2/2025). Rilis BRS pada Rabu (5/1/2025) mencatat secara kumulatif dari Triwulan I hingga IV tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung hanya sebesar 0,77 persen. 

POSBELITUNG.CO — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada tahun 2024 melambat signifikan. 

Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (5/1/2025) mencatat secara kumulatif dari Triwulan I hingga IV tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung hanya sebesar 0,77 persen.

Persentase ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 4,38 persen.

Bahkan pada Triwulan IV tahun 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan hanya 0,94 persen.

Kondisi ini menjadikan pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung terendah di Sumatera.

Kepala BPS Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga menjelaskan tren melambatnya ekonomi Bangka Belitung ini perlu diwaspadai dan perlu didorong dengan kebijakan yang tepat.

"Memang pada prinsipnya kita harus mempersipakan segala sesuatu karena kelihatan pada triwulan satu, dua dan tiga, perekonomian kita pertumbuhannya sedikit harus didorong lagi.

Akumulasi dari awal hingga akhir tahun hanya mencapai 0,94 persen, yang menunjukkan bahwa ada potensi ekonomi yang belum tergali maksimal," kata Toto usai rilis BRS, Rabu (5/2/2025).

Baca juga: Bawaslu Bangka Belitung Ajak Semua Pihak Hormati Proses Sidang Sengketa Pilgub Babel di MK

Sepanjang 2024, sektor yang paling berkontribusi dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung, yaitu sektor pertanian, perekebunan terutama sawit, industri pengelohan dan perdagangan.

Toto mengungkapkan perlu ada strategi diversifikasi ekonomi agar Bangka Belitung tidak hanya bertumpu pada tiga sektor.

Konsep Blue Economy yang menitikberatkan pada sektor pariwisata, transportasi, dan perdagangan disebut sebagai alternatif yang dapat dioptimalkan

"Dengan kondisi saat ini kita harus meningkatkan dan melihat potensi sektor lain, kita dengan konsep Blue Economy ini bisa majukan pariwisata, transportasi, yang menjadi alternatif disamping sektor tiga tadi.

Pembangunan infrastruktur, sektor keuangan, serta peningkatan jasa dan konsumsi masyarakat juga harus menjadi prioritas," jelas Toto.

Baca juga: Kalender 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah Hari Libur Nasional, Long Weekend dan Link Download

Meski pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung melambat, beberapa sektor yang tercatat tumbuh pada triwulan IV 2024.

Diantaranya jasa pendidikan, dan jasa administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial, dan jasa lainnya seperti bisnis laundry yang turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi Bangka Belitung.

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bangka Belitung pada Triwulan IV tahun 2024 hanya memberikan kontribusi 2,24 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera dan 0,50 persen terhadap total PDRB 38 provinsi di Indonesia. 

Angka ini menunjukkan Bangka Belitung masih memiliki tantangan besar untuk meningkatkan daya saing ekonominya di tingkat nasional.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved