Berita Bangka Belitung

Perusahaan Jasa Ekspedisi di Bangka Belitung Makin Tertekan

Biaya operasional perusahaan ekspedisi membengkak setelah kenaikan harga BBM diikuti naiknya harga oli atau minyak pelumas kendaraan roda empat.

Tayang:
Penulis: Erlangga | Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis lonjakan harga oli premium. 

“Biasanya sekali servis sudah termasuk penggantian oli, filter, dan pemeriksaan umum. Jadi ketika harga oli naik, biaya keseluruhan ikut terdongkrak,” jelasnya.

Meski biaya perawatan tidak dikeluarkan setiap hari seperti BBM, Heruastri menegaskan komponen tersebut tetap menjadi bagian penting dalam struktur pengeluaran perusahaan.

“Memang tidak harian, tapi tetap wajib. Kalau sampai mesin bermasalah, operasional bisa terganggu dan justru kerugiannya lebih besar,” katanya.

Setelah menghadapi kenaikan biaya servis, tekanan operasional semakin bertambah dari sisi BBM. Seluruh armada perusahaan menggunakan pelat nomor luar daerah sehingga tidak dapat mengakses solar subsidi di wilayah Bangka Belitung.

“Karena armada kami pelat luar, kami tidak bisa menggunakan solar subsidi. Jadi kendaraan diesel harus memakai Dexlite,” ujarnya.

Menurut Heruastri, kenaikan harga Dexlite memberikan dampak paling signifikan karena BBM merupakan kebutuhan harian operasional.

“Kalau BBM, itu yang paling berat karena dibeli setiap hari. Kenaikannya sangat terasa. Dulu biaya perjalanan tertentu bisa sekitar Rp400 ribu, sekarang mendekati Rp1 juta,” ungkapnya.

Tarif Tidak Naik

Untuk menyiasati lonjakan biaya, perusahaan memilih melakukan efisiensi tanpa langsung menaikkan tarif jasa pengiriman.

Langkah ini diambil untuk menjaga loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Kami belum menaikkan tarif karena kalau harga jasa naik, pelanggan pasti mengeluh. Jadi sementara ini kami fokus melakukan efisiensi,” katanya.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah mengurangi frekuensi pengiriman ke sejumlah daerah. Jika sebelumnya rute Pangkalpinang–Mentok dilakukan dua kali dalam sepekan, kini hanya satu kali perjalanan.

“Dulu ada sedikit barang pun langsung kami kirim. Sekarang kami maksimalkan muatan sampai penuh baru diberangkatkan, tentu tetap sesuai standar waktu pengiriman,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga memperluas jaringan agen untuk meningkatkan volume pengiriman sehingga pendapatan tetap terjaga di tengah kenaikan biaya operasional.

“Kami terus membuka agen baru supaya jumlah barang bertambah. Jadi meskipun biaya naik, omzet juga bisa ikut meningkat,” katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved